Kekerasan terhadap Anak

Dalam Satu Bulan Terjadi Dua Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Jakarta Timur

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak terjadi sebanyak dua kali dalam waktu satu bulan di Jakarta Timur.

Dalam Satu Bulan Terjadi Dua Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Jakarta Timur
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kepala Sudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Timur Fetty Fatimah. 

WARTA KOTA, JATINEGARA --- Kasus dugaan kekerasan terhadap anak terjadi sebanyak dua kali dalam waktu yang berdekatan di wilayah Jakarta Timur.

Baru-baru ini, tiga anak berinisial J (5), S (4) dan F (4) disentil bagian muka dan telinganya berkali-kali oleh seorang nenek berinisial L (60) lantaran memetik bungan tanpa izin di pekarangan rumah L.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Sensus IVD, RT 08/14, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (6/1/2019).

Kekerasan terhadap Anak Masih Terjadi, KPAI Minta Seluruh Pihak Turun Tangan

Sebelumnya, kasus kekerasan terhadap anak juga menimpa balita berinisial ACP (2), di Gang Naserih, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (1/1/2019).

Bahkan bayi itu tewas dianiaya olehorang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kasudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Timur, Fetty Fatimah mengaku bahwa pihaknya sering melakukan sosialisasi kepada para orang tua terkait kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan kekerasan terhadap anak (KTA).

"Pemprov DKI Jakarta dalam upayanya melakukan langkah preventif, sudah membentuk sebuah badan. P2TP2A ini sudah berupa lembaga UPT dari 2 tahun lalu, di bawah Dinas PPAPP. Sering kami lakukan sosialisai," ucap Fetty Fatimah, Kamis (10/1/2019).

Pemkot Jaktim Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah

Selain itu, agar pengaduan masyarakat bisa cepat dilayani, disediakan 5 pos pengaduan yang tersebar di wilayah Jakarta Timur.

Pos pengaduan itu terletak di Rusun Tipar Cakung, RPTRA Pulo Gebang, RPTRA Cipinang Besar Selatan, RPTRA Kampung Pulo Asri, dan RPTRA Ciracas Timur.

"Di sana ada konselor-nya yang juga bisa melakukan pendampingan ke kecamatan lain yang ada di sekitarnya," ucapnya.

Setiap pos disediakan dua pendamping. Rencananya, akan ditambah satu pendamping lagi di setiap pos yang tugasnya berbeda dengan dua pendamping lainnya.

Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anak, Bahar bin Smith Terancam Hukuman Sembilan Tahun Penjara

Tiga pendamping itu yakni  konselor, pendamping korban, dan para legal yang mengurusi kasus hukumnya yang bergelar sarjana hukum.

Fetty berharap agar kedepannya tidak lagi ditemukan kasus kekerasan terhadap anak wilayah Jakarta Timur.

Menurut Fetty, pihanya melakukan sosialisasi ke RPTRA dan sekolah.

"Jadi kita mengharapkan semua sekolah ramah anak. Baik dari SDM guru, satpam, warga sekitar. Mungkin ada keterbatasan, jadi inilah yang kita lakukan sehingga sudah mulai tidak boleh melakukan kekerasan terhadap anak," tutur Fetty Fatimah.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved