Breaking News:

Tembok Baru Tiga SDN di Penggilingan Jakarta Masih Menunggu Anggaran Tahun 2020

Jika memungkinkan, saat APBD Perubahan nanti, juga akan diusulkan agar perbaikan pagar ambruk ini cepat tertangani.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Rangga Baskoro
Anggaran belum diadakan untuk tembok 3 SDN di Penggilingan. 

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur\, Muhammad Roji mengatakan, pembangunan tembok baru di SDN 05, 06 dan 08 Penggilingan Jakarta masih akan menunggu rencana anggaran di tahun 2020.

Jika memungkinkan, saat APBD Perubahan nanti, juga akan diusulkan agar perbaikan pagar ambruk ini cepat tertangani.

"Perbaikan permanen menunggu anggaran tahun 2020 karena kalau dikerjakan sekarang anggaran tidak ada.

Namun, untuk sementara, kita pasang pagar bambu, yang merupakan bantuan dari PIK," kata Roji saat dikonfirmasi, Kamis (10/1/2019).

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 05 Penggilan Jakarta menyatakan kondisi tembok memang sudah berdiri lama, lebih dari 15 tahun.

Diduga pondasinya keropos sehingga tak mampu menahan terpaan angin kencang beserta hujan.

Pihaknya pada tahun 2018 lalu sudah mengusulkan perbaikan tembok ke Sudin namun belum ada tanggapan.

Padahal, kondisi tembok sudah sangat miring dan rawan ambruk kala itu.

Untuk pengamanan aset sekolah, maka pihaknya berkoordinasi dengan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan. Sehingga untuk sementara dipagar menggunakan bambu. Sekolah yang dibangun sekira tahun 1980 itu terdapat 590 siswa.

Sebanyak 10 anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dilerahkan untuk membantu evakuasi puing tembok pembatas sekolah yang roboh.

Lurah Penggilingan, Usdiyati mengatakan, ke 10 anggota PPSU ini dikerahkan untuk membantu evakuasi puing tembok pembatas sekolah sepanjang kurang lebih 50 meter yang ambruk tadi pagi. Mereka dibantu empat anggota Satpol PP kelurahan, warga sekitar dan pihak sekolah.

"Kita kerahkan 10 PPSU dan empat Satpol PP untuk bantuan evakuasi puing tembok yang ambruk," kata Usdiyati.

Kasi Pendidikan SD Sudin Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I, Mat Chair menambahkan, setelah puing dibersihkan, pihaknya langsung memasang pagar bambu bantuan dari pengelola PIK Penggilingan.

"Di dalam sekolah ini banyak aset yang harus diamankan, sehingga perlu dipasangi pagar. Belum lagi di lingkungan sekitar banyak kambing milik warga berkeliaran," kata Mat Chair.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved