Kasus Ratna Sarumpaet

Polisi Kembali Limpahkan Berkas Kasus Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan, Kali Ini Yakin P-21

POLDA Metro Jaya kembali melimpahkan berkas perkara kasus berita hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet, ke Kejaksaan tinggi DKI, Kamis (10/1/2019).

Polisi Kembali Limpahkan Berkas Kasus Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan, Kali Ini Yakin P-21
Warta Kota/Henry Lopulalan
Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, hendak menjalani pemeriksaan kejiwaan di Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/10/2018). 

POLDA Metro Jaya kembali melimpahkan berkas perkara kasus berita hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet, ke Kejaksaan tinggi DKI, Kamis (10/1/2019) siang.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sempat melimpahkan berkas kasus Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan tinggi DKI, November lalu. Namun, berkas dikembalikan karena dianggap kurang lengkap.

"Hari ini kita serahkan kembali berkas Ibu Ratna Sarumpaet ke kejaksaan," kata Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/1/2019).

Laporkan Kasus Hoaks Surat Suara Dicoblos ke Polisi, KPU Dinilai Agak Berlebihan

Argo Yuwono menyatakan, penyidik telah mengikuti seluruh petunjuk jaksa saat berkas dikembalikan, agar dinyatakan lengkap atau P-21. Salah satunya, dengan memanggil saksi baru.

Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nico Purba yakin, berkas kasus Ratna Sarumpaet kali ini akan dinyatakan lengkap atau P 21, sebelum masa tahanan Ratna Sarumpaet berakhir pada 1 Februari mendatang.

“Kami optimis perkara ini P21 sebelum masa tahanan berakhir pada 1 Februari. Semoga kami dapat melakukan koordinasi dengan baik untuk memenuhi materi pidana,” ujar Nico.

Sekjen PBNU: Banyak yang Ingin Tahu Capres Bisa Baca Alif Ba Ta Tsa Apa Enggak?

Dalam berkas perkara No.685/XI/2018/Dit. Reskrimum, budayawan dan aktivis Ratna Sarumpaet diduga melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau informasi bohong, dan dengan sengaja mengakibatkan keonaran di tengah masyarakat.

Ia mengaku telah dianiaya sejumlah orang di Bandung dengan menyebarkan foto wajahnya yang lebam. Belakangan diketahui wajah lebam Ratna Sarumpaet karena ia baru saja menjalani operasi plastik wajah di salah satu rumah sakit estetika di Jakarta.

Akibat perbuatannya itu, Ratna Sarumpaet diduga melanggar pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) Undang-undang No19/2016 tentang perubahan UU No11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau pasal 14 ayat (1) UU No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved