Kabar Bagi Penderita Hipertensi, Peneliti UI: Kombinasi Kaptopril dan Seledri Mengatasi Hipertensi

Kombinasi katopril (obat hipertensi) dengan seledri mampu menurunkan tekanan darah sebesar 42,34 persen lebih baik dari pemberian kaptopril tunggal.

Kabar Bagi Penderita Hipertensi, Peneliti UI: Kombinasi Kaptopril dan Seledri Mengatasi Hipertensi
Kompas.com
Ilustrasi mengukur tekanan darah. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Doktor dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) Dr Siska MFarm Apt menyatakan kombinasi katopril (obat hipertensi) dengan seledri mampu menurunkan tekanan darah sebesar 42,34 persen lebih baik dari pemberian kaptopril tunggal.

"Kombinasi kaptopril dengan ekstrak seledri mampu menurunkan tekanan darah dengan cara diuresis dan natriuresis," kata Siska seperti dilansir Antaranews.com, Rabu (9/1/2019).

Hal ini, kata Siska, dapat dibuktikan dengan adanya korelasi antara tekanan darah dan volume urin, dimana terjadi penurunan tekanan darah diikuti dengan peningkatan volume urin.

Seledri merupakan sumber flavonoid diantaranyaapigenin, luteolin, dan crysoeriol.

Hasil penelitiannya tersebut telah dipaparkan dalam Sidang terbuka Promosi Doktor Farmasi UI Dr Siska dengan judul Disertasi Studi Interaksi Farmakodinamik dan Farmakokinetik Kombinasi Kaptopril dan Ekstrak Apium Graveolens L. sebagai Antihipertensi pada Tikus Putih Jantan yang dilaksanakan pada Selasa (8/1/2019) di kampus UI Depok.

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit kardiovaskuler yang prevalensi kejadiannya cukup tinggi dimana dialami oleh lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia.

Hipertensi merupakan silent killer karena seringkali muncul tanpa gejala dan menyebabkan kematian terhadap lebih dari 9 juta orang per tahun di seluruh dunia.

Selama ini, masyarakat kerap menggunakan pengobatan tradisional dalam mengatasi penyakit Hipertensi.

Pengobatan tradisional menggunakan herbal dianggap sebagai pengobatan alternatif karena anggapan bahwa herbal lebih aman dan mudah untuk digunakan.

Namun pengobatan obat herbal tidak sepenuhnya mampu menurunkan tekanan darah, sehingga tetap dibutuhkan penggunaaan obat sintetik.

Ia berharap penelitian ini mampu memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan terkait penggunaan obat herbal untuk pengobatan hipertensi.

Selain itu dapat dijadikan data preklinik bagi tenaga medis untuk mendukung penggunaan herbal padapenyakit.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati atas potensi resiko yang mungkin akan timbul jika menggunakan obat herbal bersamaan dengan obat sintetik tanpa sepengetahuan dokter atau tenaga medis lainnya.

Cegah Hipertensi, Sumber Rasa Umami (MSG) Bisa Jadi Alternatif Garam

Hipertensi Peringkat Pertama Penyakit Tidak Menular Didiagnosa di Fasilitas Kesehatan

Cegah Hipertensi, InaSH Bikin Kampanye CERAMAH: Cek Tekanan Darah di Rumah!

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved