Aparat KPK Gadungan Bergentayangan, Ini Nomor Telepon dan Modus yang Mereka Gunakan

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya modus penipuan lewat telepon yang mengatasnama‎kan lembaga antirasuah tersebut.

Aparat KPK Gadungan Bergentayangan, Ini Nomor Telepon dan Modus yang Mereka Gunakan
Kompas.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya modus penipuan lewat telepon yang mengatasnama‎kan lembaga antirasuah tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima KPK, ada 84 nomor telepon KPK gadungan.

"Dari sejumlah pelaporan yang masuk ke KPK dan proses telaah yang dilakukan, kami mengidentifikasi 84 nomor telepon yang diduga digunakan para oknum KPK gadungan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).

Andi Arief Dipolisikan, Mantan Wakil Gubernur Timor Timur Bilang Itu Namanya Politik Cengeng

Febri Diansyah mengungkap sejumlah nomor yang diduga telah melakukan penipuan. Nomor telepon yang digunakan oknum KPK gadungan, mirip nomor telepon KPK asli.

‎Nomor telepon tersebut di antaranya +02 021 2557 8300; ‎+02125578300; +622125578300; +2125578300; dan ‎+012125578300.

"Kami pastikan nomor-nomor tersebut tidak berasal dan bukan nomor KPK, walaupun ada kesamaan angka. KPK mengimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati," kata Febri Diansyah.

Petani Rumput Laut Curhat Sulitnya Transportasi, Sandiaga Uno: Bukannya Sudah Dijanjikan Tol Laut?

Menurut Febri Diansyah, jika ada nomor telepon yang mengatasnamakan KPK dan disinyalir akan melakukan penipuan, masyarakat dapat menghubungi call center‎ 198 atau pengaduan masyarakat KPK di nomor 021-25578389.

"Dan j‎ika ada perbuatan yang sifatnya mengancam, pemerasan, agar dilaporkan segera ke aparat penegak hukum setempat," imbaunya.

Febri Diansyah menjelaskan, dari laporan yang masuk ke KPK, ada beberapa modus yang digunakan untuk melakukan penipuan.‎

Sebelum Meninggal, Torro Margens Sempat Muntah Darah Saat Shooting

Oknum KPK gadungan, kata Febri Diansyah, awalnya akan mempertanyakan identitas korban secara lengkap.

Kemudian, oknum KPK gadungan tersebut akan memberitahukan atau memperingatkan korban karena telah menyalahgunakan pembukaan rekening Bank BCA, Bank Mandiri, atau Bank Mega di Kota Balikpapan.

"Di mana, menurut pengakuan korban, korban tidak pernah melakukan pembukaan rekening di kota tersebut. Pelapor menginformasikan bahwa oknum KPK gadungan tersebut mengaku atas nama Ika Putri Lestari dan Muhammad Bambang Saputra," terangnya.

Dinas LH Kabupaten Bekasi Siap Bersihkan Kali Pisang Batu, Syaratnya Warga yang Angkut Sampah

‎Berdasarkan dari pengakuan korban yang melapor ke KPK, terang Febri Diansyah, oknum KPK gadungan tersebut menyampaikan informasi kepada korban bahwa di rekening milik korban terdapat uang masuk senilai Rp 16 miliar yang diduga terkait pencucian uang.

Selanjutnya, oknum tersebut menawarkan korban untuk membantunya melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. ‎Dari beberapa korban yang melapor, bahkan ada yang mengaku pihak Polda Metro Jaya saat menghubungi.

"Selain itu, ada pelapor yang sudah mentransfer uang sesuai dengan permintaan oknum yang mengaku, seperti Rp 14 juta, Rp 1 juta, Rp 350.000," bebernya. (Ilham Rian Pratama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved