Pembuang Limbah Berbahaya Terancam Sanksi Denda Rp 3 miliar

Gundukan tanah di Jalan Marunda Pulo tepatnya di dekat SDN Marunda 02 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, diduga limbah.

Pembuang Limbah Berbahaya Terancam Sanksi Denda Rp 3 miliar
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim meninjau lokasi gundukan yang diduga limbah di Marunda, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019). 

WARTA KOTA, CILINCING--- Gundukan tanah di Jalan Marunda Pulo tepatnya di dekat SDN Marunda 02 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, diduga limbah.

Jika dugaan itu terbukti benar, maka pelaku terancam dijerat sanksi denda hingga Rp 3 miliar.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Mudarisin, mengatakan, hal itu tertuang dalam UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Kalau sesuai Pasal 103, penghasil limbah B3 yang tidak mengelola, kemudian (Pasal) 104-nya tidak ada izin mengolah, itu ancamannya satu tahun (penjara) dan (denda) 1 miliar (Rupiah), maksimal tiga tahun 3 miliar," kata Mudarisin, Rabu (9/1/2019).

Berdasarkan penelusuran, Pasal 103 UU No 32 Tahun 2009 mengatur bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah B3 diwajibkan untuk mengelola limbah yang telah dihasilkan tersebut.

"Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)," bunyi pasal tersebut.

Sementara Pasal 104 UU No 32 Tahun 2009 menyatakan bahwa setiap orang yang membuang limbah secara sembarangan dapat didenda maksimal Rp 3 miliar dan penjara maksimal tiga tahun.

"Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),"bunyi pasal tersebut.

Gundukan tanah di kawasan Marunda diduga berjenis spent bleaching earth (SBE) yang berasal dari perusahaan kelapa sawit yang berfungsi untuk menjernihkan cairan minyak goreng.

Plang Pengawasan Dipasang di Lokasi Gundukan Tanah Diduga Limbah Berbahaya di Marunda

Warga Marunda Hadang Truk Pembawa Gundukan Tanah Diduga Limbah

Gundukan Tanah Diduga Limbah di Rusun Marunda Dipakai Menguruk Empang

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved