Kementan Cabut Gugatan Perdata ke Ketua LSM Pataka Terkait Petisi Ragunan

Kementerian Pertanian mencabut gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang ditujukan kepada Ketua Pataka

istimewa
Ketua LSM Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Yeka Hendra bersama rekannya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur 

Kementerian Pertanian mencabut gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang ditujukan kepada Ketua LSM Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Yeka Hendra.

Pada Selasa (8/1/2019) kemarin, Yeka sebagai tergugat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk menjalani sidang perdana, namun karena ada pencabutan, sidang pun akhirnya dihentikan. Ketua Majelis Hakim Wahyu Sektianingsih membacakan surat pencabutan gugatan dari Kementerian Pertanian, sehingga persidangan tidak bisa dilanjutkan.

Saat dihubungi wartawan, Kepala Biro Hukum Kementerian Pertanian Maha Matahari Eddy Purnomo membenarkan pihaknya mengajukan surat permohonan pencabutan gugatan terhadap Ketua Pataka itu.  “Sidang pertama hari ini, dan diperiksa oleh hakim pemeriksa kemudian dicabut gugatan kami,” kata Eddy.

Gugatan ini dicabut karena beberapa pertimbangan namun ia enggan merinci alasannya. “Intinya adalah kita mempertimbangkan berbagai aspek. Kemudian, diambil kesimpulan untuk kita cabut. Mungkin akan ada upaya persuasif kedepannya,” ujarnya.

Haris Azhar yang merupakan kuasa hukum dari Yeka Hendra mengatakan, awalnya gugatan terhadap kliennya datang setelah ada petisi yang intinya mengkritik kinerja kementerian yang dipimpin oleh Amran Sulaiman tersebut.

“Petisi itu itu kan manifestasi dari kritik yang membangun yang disampaikan oleh teman-teman pekerja langsung di lapangan. Nah disampaikan kritik, kemudian digugat,” ucap Haris. Pria yang juga mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini menyebut, langkah gugatan ini adalah bentuk anti kritik dari pemerintahan Presiden Jokowi, meski kemudian dicabut.

Sementara Yeka Hendra mengatakan cukup lega dengan pencabutan gugatan tersebut.  Ia mengatakan, dirinya bersama sejumlah pihak lainnya melakukan pertemuan pada 2 November 2018 lalu yang hasilnya mengeluarkan petisi Ragunan. Ia juga sempat disomasi terkait Petisi tersebut dan dituding mencemarkan nama baik.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved