Kekerasan terhadap Anak Masih Terjadi, KPAI Minta Seluruh Pihak Turun Tangan

Kekerasan terhadap anak yang menimpa tiga orang balita di Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu (6/1/2019) lalu disoroti KPAI.

Kekerasan terhadap Anak Masih Terjadi, KPAI Minta Seluruh Pihak Turun Tangan
Warta Kota/Dwi Rizki
Komisioner KPAI, Jastra Putra saat berkunjung ke rumah orangtua korban kekerasan anak di Jalan Sensus IV RT 08/04 Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (9/1/2019). 

Jatinegara, Warta Kota -- Kekerasan terhadap anak yang menimpa tiga orang balita di Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Minggu (6/1/2019) lalu disoroti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI pun meminta seluruh pihak turun tangan.

Hal tersebut disampaikan Komisioner KPAI, Jastra Putra. Dirinya mengecam kasus penganiayaan yang menimpa J (5), F (4) dan S (4).

Dirinya bahkan mengunjungi secara langsung rumah korban di Jalan Sensus IV RT 08/04 Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. pada Rabu (9/1/2019) pagi.

"Langkah awal kita akan gandeng Dinas Sosial DKI Untuk penanganan korban agar tidak trauma lagi. Karena hasil tinjauan kami, ternyata korban masih trauma," kata Jastra Putra usai mengunjungi rumah korban kekerasan anak tersebut.

Kemudian, pihaknya akan mendesak Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur tuntas menangani kasus kekerasan terhadap anak tersebut.

Salah satu orangtua korban, Siti Rohayati (34) ketika berdialog dengan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kediamannya, Jalan Sensus IV RT 08/04 Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (9/1/2019).
Salah satu orangtua korban, Siti Rohayati (34) ketika berdialog dengan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kediamannya, Jalan Sensus IV RT 08/04 Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (9/1/2019). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Apalagi ketiga korban sudah dilakukan visum et repertum atas sejumlah luka di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Polri Sukanto Kramatjati, sehingga penyelidikan diyakininya hatus berjalan cepat.

"Korban mengalami kekerasan fisik dan psikis, ini sangat kita sayangkan. Makanya kita berharap polisi cepat memproses kasus ini. Siapapun pelakunya harus diproses karena ini adalah kekerasan terhadap anak," jelas Jastra Putra.

"Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," tambahnya.

Pertanyakan status kota layak anak

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved