Diduga Ada Kejanggalan Dalam Lelang Pengadaan Motor oleh Korlantas Polri

Penetapan pemenang lelang kendaraan bermotor oleh Korlantas Polri pada Mei 2018 lalu disebut ada kejanggalan.

Diduga Ada Kejanggalan Dalam Lelang Pengadaan Motor oleh Korlantas Polri
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sidang dugaan penetapan pemenang lelang pengadaan ranmor oleh Korlantas Polri memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi ahli pengadaan barang dan jasa oleh pihak tergugat, yakni Wisnu di PTUN Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019). 

PENETAPAN pemenang lelang kendaraan bermotor oleh Korlantas Polri pada Mei 2018 lalu disebut ada kejanggalan.

Korlantas Polri saat itu membuka lelang kendaraan bermotor R2 1200 CC sebanyak 250 unit.

Kemudian, muncul dua peserta lelang yang saing bersaing dari PT Graha Qynthar Abadi dengan harga penawaran nyaris Rp 150 miliar dan PT Digital Praja Makayasa dengan penawaran berkisar Rp 145 miliar.

Lalu, Korlantas Polri memilih penawaran PT Graha Qynthar Abadi meski penawaran yang diajukan jauh lebih tinggi dibanding sainganya dari PT Digital Praja Makayasa.

Keputusan pemenang tertuang dalam Keputusan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Nomor: Kep/94/V/2018 tentang Penetapan Pemenang Pengadaan Ranmor R2 1200 cc Korps Lalu Lintas Polri, tertanggal 30 Mei 2018.

Keputusan tersebut kemudian digugat oleh PT Digital Praja Makayasa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Sidang dugaan penetapan pemenang lelang pengadaan ranmor oleh Korlantas Polri kembali berlanjut.

Kali ini, sidang memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi ahli pengadaan barang dan jasa oleh pihak tergugat, yakni Wisnu.

Hawid Guritno, kuasa hukum PT Digital Praja Makayasa mengatakan, pihaknya menilai ada kejanggalan dalam keputusan pemenang lelang.

"Fokus gugatan kami ada empat. Pertama, panitia lelang diduga melakukan perubahan dokumen," ucap Hawid di PTUN Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).

Kemudian, di dalam Dokumen Spesifikasi Teknis atas Kendaraan Bermotor R2 1200 cc yang diminta Korlantas Polri, terbukti mengarah kepada Spesifikasi Kendaraan Bermotor R2 1200 cc merk BMW dengan tipe GS 120 cc Exclusive/Rally (K50).

"Namun pada Gambar Model Motor, justru mengarah kepada merk BMW dengan tipe GS 1200 Adventure (K51)," ucapnya.

Ketiga, ia mempertanyakan alasan Korlantas Polri menerima penawaran pihak lain yang justru lebih mahal dibandingkan penawaran kliennya.

"Keempat, ada pencampuradukan antara fakta prakualifikasi dan pasca kualifikasi," tutur Hawid.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved