Senin, 13 April 2026

Viral Razia Hewan Liar, Orang Berbondong-bondong Datangi Puskeswan untuk Adopsi Kucing

Sejumlah orang mendatangi UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Dinas KPKP untuk mengadopsi kucing dan anjing yang dikabarkan dirazia.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ratusan pencinta binatang antre untuk melihat anjing dan kucing yang dapa diadopsi di UPT Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan di Ragunan, Jakarta Selatan. 

Berita penangkapan satwa liar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta mendapat respon luar biasa dari para pecinta binatang peliharaan, khususnya cat lover dan dog lover.

Pemprov DKI Jakarta pun melalui Dinas KPKP mengundang para komunitas pecinta binatang untuk meluruskan sejumlah informasi yang dianggap tidak benar yang terlanjur viral di media sosial.

Untuk mengkonfirmasi langsung kebenaran informasi penangkapan satwa liar dilakukan secara sewenang-wenang, ratusan orang mendatangi UPT Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Dinas KPKP di Jalan Harsono RM, Ragunan, Selasa (8/1/2019), 

"Kami ingin tahu langsung apa benar yang seperti diinfokan, bahwa ada razia besar-besaran kucing dan anjing liar dan dibawa ke sini. Info lainnya perawatan di sini juga kurang baik makanya saya ingin lihat langsung," kata Henny (28).

Henny bersama seorang rekannya menyempatkan diri datang dari Depok demi rasa ingin tahunya.

Pada kesempatan sama, ratusan cat lover memasuki area kandang untuk memilih kucing hasil penangkapan.

Mereka berniat untuk mengadopsi kucing-kucing tersebut.

Rasa cinta mereka terhadap kucing sangat tampak ketika mereka menyaksikan kucing-kucing liar berada di dalam kandang.

Beberapa orang menunggu giliran mengadopsi kucing.
Beberapa orang menunggu giliran mengadopsi kucing. (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Dervi (51), cat lover asal Cibinong memutuskan mengadopsi empat kucing dari kandang. Ia justru memilih kucing yang terlihat pucat atau sakit dengan harapan ia bisa merawatnya.

"Saya adopsi empat. Maunya lebih, tapi bawa pulangnya bingung. Cuma bayar administrasi saja. Satu kucing Rp 20.000," ujarnya.

Di rumahnya, Dervi mengaku sudah memiliki 60 kucing. Kecintaannya kepada binatang itu sudah mendalam.

Sejak masih muda, ribuan kucing telah diasuhnya. Hari-hari ia habiskan untuk merawat para kucing itu.

"Saya juga enggak ngerti kenapa bisa begitu. Saya sangat suka sama kucing. Nggak tega rasanya kalau lihat kucing liar apalagi tak terurus," kata dia.

Dervi mengakui, biaya bulanan untuk makan kucing-kucingnya memang tidak sedikit.

Dalam sebulan, ia bisa membeli sebanyak 80 kilogram makanan kucing senilai Rp 4 juta.

"Saya beruntung ada saja donatur yang menyumbang untuk makan kucing. Sejauh ini saya sangat menikmati," ungkapnya.

Selain Dervi, ratusan orang lain juga tampak senang bisa membawa pulang kucing dari puskeswan itu

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved