Ragukan Kemampuan Ketiga Calon, PKB Usulkan Pemilihan Wagub DKI Dilakukan Setelah Pilpres 2019

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mampu mengurus semua persoalan Jakarta tanpa wagub.

TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Ketua DPW PKB Jakarta Hasbiallah Ilyas, di Kantor DPW PKB Jakarta, Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017). 

KETUA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengusulkan proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI dilaksanakan setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Lebih bagus tunggu habis pilpres," ujar Hasbiallah Ilyas saat dihubungi, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mampu mengurus semua persoalan Jakarta tanpa wagub.

Klarifikasi Ucapannya Soal Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, Ini Maksud Sandiaga Uno

"Pembahasan APBD kan sudah selesai, sekarang Gubernur bisa kok menghandle sendiri. Ada Wagub atau tidak enggak ada masalah kok," kata Hasbiallah.

Dia menjelaskan, untuk mencari wagub yang benar-binar bisa diajak kerja bareng, Anies Baswedan perlu waktu yang panjang.

Hasbiallah pesimistis dengan kemampuan ketiga kandidat Cawagub yang diusung PKS, yakni ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi, mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto.

Komentari Cuitan Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara Tercoblos, Fadli Zon Malah Khawatirkan DPT

Ia menilai ketiga kandidat ini tak bisa bekerja bila terpilih menggantikan Sandiaga Uno. Bahkan, ia mengaku baru mendengar nama Agung Yulianto sehingga dirinya tak tahu rekam jejak Agung.

"Udahlah Gubernur sendiri aja, eggak usah direcokin. Enggak masalah. (Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto) udah pasti kagak mampu. Jadi wagub juga enggak ngerti kok," papar Hasbiallah. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved