Peralatan Canggih KRI Spica Diyakini Mampu Temukan CVR Lion Air PK-LQP

Serangkaian peralatan canggih di KRI Spica diyakini bisa dimanfaatkan dalam proses pencarian CVR, selama satu minggu ke depan.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
KRI Spica diberangkatkan dari Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019) untuk mencari CVR Lion Air PK-LQP. 

Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengerahkan KRI Spica untuk melanjutkan pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan, serangkaian peralatan canggih di KRI Spica diyakini bisa dimanfaatkan dalam proses pencarian CVR selama satu minggu ke depan.

Salah satu peralatan canggih tersebut adalah magnetometer yang diklaimnya mampu mendeteksi logam hingga kedalaman 60 meter di bawah permukaan laut. Alat itu bisa dipakai mencari CVR yang diduga tertimbun lumpur.

“Untuk menemukan secara spesifik karena kemungkinan terpendam, kita akan menggunakan magnetometer yang dimiliki KRI Spica yang paling tajam. Karena alat itu bisa mendeteksi logam dengan kedalaman 60 meter,” katanya, Selasa (8/1/2019).

Magnetometer akan dioperasikan dengan menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot bawah laut.

Selain itu, KRI Spica juga dilengkapi dengan side scan sonar, multibeam echosounder, serta sub-bottom profiling.

“Jad,i begitu kita pake side scan sonar hasilnya seperti apa, dipertegas lagi dengan multibeam echosounder, ditambah lagi sub-bottom profiling, dipertajam lagi dengan magnetometer. Jadi, nggak bisa dalam waktu bersamaan menggunakan frekuensi semua,” katanya.

Seluruh peralatan canggih itu berfungsi unntuk mendeteksi sinyal 'ping' dari CVR yang lokasinya sudah diketahui yakni sekitar 50 meter dari penemuan flight data recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan dengan area 5 x 5 meter.

“Setelah kita tahu di situ ada ketemu, dipandu dengan Hipap yang punya Spica untuk ping locater, kemudian ditambah lagi dengan magnetometer, seharusnya secara teoritis ketemu. Kecuali Allah menghendaki yang lain,” katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved