OTT Meikarta

Dua Kali Mangkir, Ini Alasan Ahmad Heryawan Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Meikarta

MANTAN Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku, sampai saat ini ia tak pernah mendapat surat panggilan resmi dari KPK.

Dua Kali Mangkir, Ini Alasan Ahmad Heryawan Tak Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Meikarta
Kompas.com/Moh Nadlir
POLITISI PKS Ahmad Heryawan ketika ditemui di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Rabu (25/4/2018). 

MANTAN Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku, sampai saat ini ia tak pernah mendapat surat panggilan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itulah yang membuat Aher tak datang ke gedung KPK.

Saat dihubungi awak media via telepon seluler, Senin (7/1/2019), Aher mengaku tengah berada di Cirebon menemani istrinya, Netty Prasetyani yang tengah bersosialisasi sebagai calon anggota DPR RI.

"Bagaimana mau datang ke KPK, ngga ada surat panggilannya kan, itu persoalannya. Sampai hari ini belum menerima surat panggilan dari KPK," ujar Aher.

Dua Kali Mangkir, KPK Harap Ahmad Heryawan Kooperatif dan Penuhi Panggilan Terkait Kasus Meikarta

Adapun alasan Aher tak memenuhi panggilan perdana dari KPK pada 20 Desember 2018 lalu disebabkan surat panggilan yang dilayangkan KPK salah alamat.

"Waktu (penggilan) yang pertama tidak datang karena salah alamat. Sejak saat itu saya belum menerima surat apa pun," tambahnya.

Aher pun menegaskan, ia siap untuk memberikan keterangan kepada KPK terkait suap perizinan proyek Meikarta.

"Saya dari awal siap menjelaskan. Tapi kalau datang ke KPK kemudian tidak ada surat panggilannya, saya ngga tahu menghadap siapa, di lantai berapa, jam berapa, urusannya apa. Kan ngga jelas kalau begitu. Saya menjadi heran kenapa saya dianggap dan dikatakan tidak datang. Kan saya bingung...Ya sudah saya sabar saja," tandasnya.

Saksi dugaan suap Meikarta

Diberitakan sebelumnya, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali tak memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/1/2019).

Heryawan rencananya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pada proses perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved