Terungkap Aher Mangkir Dipanggil Jadi Saksi KPK Ternyata karena Tidak Terima Surat Panggilan

Saya enggak tahu menghadap siapa, di lantai berapa, jam berapa, urusannya apa. Saya menjadi heran kenapa saya dianggap tidak datang.

Terungkap Aher Mangkir Dipanggil Jadi Saksi KPK Ternyata karena Tidak Terima Surat Panggilan
Kompas.com
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan 

Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ( Aher) mengaku, sampai saat ini, ia tak pernah mendapat surat panggilan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itulah yang membuat Aher tak datang ke gedung KPK. Saat dihubungi awak media via telepon seluler, Senin (7/1/2019), Aher mengaku, tengah berada di Cirebon menemani istrinya, Netty Prasetyani yang tengah bersosialisasi sebagai calon anggota DPR RI.

"Bagaimana mau datang ke KPK, enggak ada surat panggilannya kan, itu persoalannya. Sampai hari inin belum menerima surat panggilan dari KPK," ujar Aher.

Adapun alasan Aher tak memenuhi panggilan perdana dari KPK pada 20 Desember 2018 lalu disebabkan surat panggilan yang dilayangkan KPK salah alamat.

"Waktu (penggilan) yang pertama tidak datang karena salah alamat. Sejak saat itu saya belum menerima surat apa pun," tambahnya.

Aher pun menegaskan, ia siap untuk memberikan keterangan kepada KPK terkait suap perizinan proyek Meikarta.

"Saya dari awal siap menjelaskan. Tapi kalau datang ke KPK kemudian tidak ada surat panggilannya, saya enggak tahu menghadap siapa, di lantai berapa, jam berapa, urusannya apa. Kan enggak jelas kalau begitu. Saya menjadi heran kenapa saya dianggap dan dikatakan tidak datang. Kan saya bingung...Ya sudah saya sabar saja," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali tak memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/1/2019).

Ahmad Heryawan rencananya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pada proses perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ia dijadwalkan diperiksa untuk tersangka Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved