Breaking News:

Longsor Cisolok Sukabumi

Pencarian Korban Longsor Cisolok Sukabumi Dihentikan, 1 Orang Hilang

OPERASI pencarian satu korban bencana tanah longsor perbukitan Gunung Surandil, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya dihentikan, Minggu.

Kompas.com/Budiyanto
PROSES pencarian korban longsor perbukitan Gunung Surandil, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (6/1/2019). 

OPERASI pencarian satu korban bencana tanah longsor perbukitan Gunung Surandil, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya dihentikan, Minggu (6/1/2019).

Satu korban yang masih dicari itu bernama Ruhesih (40). Korban diduga tertimbun longsoran tanah saat menerjang Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi.

Total 31 Orang Meninggal Dunia Akibat Longsor Cisolok Sukabumi

Sutopo Purwo Nugroho: Tanda-tanda Longsor Bisa Dikenali

Penutupan atau penghentian ini berdasarkan hasil rapat internal BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Kepala Desa Sirnaresmi, dan keluarga korban.

Ini juga sesuai dengan prosedur tetap BPBD dalam tahap tanggap darurat selama tujuh hari sejak Senin (31/1/2018) hingga Minggu (6/1/2019).

"Berdasarkan hasil rapat menghasilkan keputusan pelaksanaan operasi pencarian korban dihentikan," ungkap Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel (Inf) Mohamad Hasan saat konferensi pers di Posko Terpadu Tanggap Darurat Bencana, di Dusun Cimapag, Minggu malam.

"Penghentian pencarian korban juga telah mendapatkan restu dan keikhlasan dari pihak keluarga korban. Silakan nanti bisa ditanya langsung kepada keluarga korban," ujar dia.

Dia menuturkan, tim search and rescue (SAR) gabungan telah berhasil menemukan sebanyak 32 korban dari 33 korban yang dilaporkan hilang tertimbun bencana tanah longsor.

"Hari ini ada dua korban yang dicari, satu korban ditemukan tadi pagi. Hingga operasi pencarian dihentikan satu korban belum ditemukan," tutur dia.

Adik korban, Yadi (36), mengakui pihak keluarga sudah mengikhlaskan kakaknya yang diduga tertimbun dalam bencana tanah longsor di Kampung Garehong.

"Ya keluarga sudah ikhlas dan pasrah. Keluarga sudah terima kalau kakak saya tidak berhasil ditemukan," ujar Yadi, yang juga hadir dalam konferensi pers.

Operasi pencarian korban tanah longsor ini melibatkan 1.082 personel dari berbaagai instansi dan lembaga, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, potensi SAR, dan relawan serta masyarakat.

Bencana tanah longsor yang menimbun permukiman Kampung Garehong berdampak pada rusaknya sebanyak 29 rumah yang dihuni 30 kepala keluarga dengan jumlah 100 jiwa.

Akibat bencana yang terjadi pada akhir tahun 2018 ini mengakibatkan 33 orang hilang tertimbun, 64 orang berhasil selamat, dan 3 orang cedera berat yang sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu. (Kontributor Sukabumi, Budiyanto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Operasi Pencarian Korban Longsor Sukabumi Ditutup, Satu Orang Tidak Ditemukan"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved