Prostitusi Online

Hotman Paris Minta Aparat Sebut Pengusaha yang Booking Vanessa Angel, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Hotman Paris Minta Aparat Sebut Pengusaha yang Booking Vanessa Angel, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Hotman Paris Minta Aparat Sebut Pengusaha yang Booking Vanessa Angel, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Instagram @hotmanparisofficial
Hotman Paris Hutapea saat berolahraga pagi. 

"Pada telepon dan tanya dia ketangkap kenapa ya saya juga bingung," kata Lidya.

Saat ditanya soal acara apa yang diisi oleh Vanessa Angel, Lidya mengaku tidak mengetahui acara apa yang akan dihadirinya.

Vanessa waktu itu hanya pamit untuk mengisi acara di Surabaya.

Artis VA digelandang ke Mapolda Jatim karena diduga terlibat kasus prostitusi online, Sabtu (5/1/2019).
Artis VA digelandang ke Mapolda Jatim karena diduga terlibat kasus prostitusi online, Sabtu (5/1/2019). ((SURYA/MOHAMMAD ROMADONI))

Lidya juga menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Vanessa di Surabaya bukan datang dari dirinya.

"Aku enggak tahu acara apa karena dia laporan nge-MC acara karena kerjaannya enggak dari saya."

"Makanya saya bingung kok banyak wartawan yang tanya Vanessa ketangkep karena apa," terang Lidya.

Unggahan terakhir Vanessa Angel sebelum tertangkap (Instagram @vanessaangelofficial)
Bahkan saat banyak media yang menghubunginya, Lidya sempat mengira Vanessa terlibat kasus narkotika.

Hal itu membuatnya semakin bingung lantaran setau Lidya, Vanessa tidak pernah menggunakan narkotika.

"Setahu saya, dia tidak pernah pakai barang haram," katanya.

Baru saat disinggung bahwa Vanessa Angel terlibat kasus prostitusi online, Lidya mengaku tidak percaya dan sangat kaget.

Artis AV yang diciduk bersama Vanessa Angel atas dugaan prostitusi online (Surya/Mohammad Romadoni)
Artis AV yang diciduk bersama Vanessa Angel atas dugaan prostitusi online (Surya/Mohammad Romadoni) (Surya/Mohammad Romadoni)

"Prostitusi online? Seriusan? Demi Allah saya enggak tahu sama sekali, Setahu saya tidak pernah terlibat seperti itu."

"Apakah itu cuma apa ya, saya juga enggak ngerti gimana jelasinnya," kata Lidya.

Mendengar kabar artisnya terjerat kasus prostitusi online, Lidya mengaku bingung hal apa yang dapat ia lakukan.

Masalah jarak antara Surabaya dan Jakarta dijelaskan oleh Lidya menjadi satu dari kendala yang dialaminya.

"Saya manajer pribadi, saya juga lagi bingung langkah apa yang saya ambil, karena kan saya di Jakarta sementara saya juga ada tugas di sini," kata Lidya.

Lidya menjelaskan bahwa dirinya kemungkinan akan bertolak ke Surabaya untuk menangani kasus sang artis.

"Mau ke sana juga bingung, kemungkinan sih kalau di Jakarta saya mungkin bisa ambil tindakan, tapi kalau di Surabaya saya belum tahu," ucapnya.

Keanehan

Keanehan yang dipertanyakan Hotman Paris Hutapea adalah soal cara penyebarluasan nama para pelaku yang terlibat. 

Saat ini nama yang tersebar luas hanyalah nama Vanessa Angel. Padahal dalam kasus itu diketahui Vanessa Angel diringkus saat bersama seorang pengusaha. 

Keanehannya adalah mengapa nama pengusaha yang dimaksud justru tidak muncul. 

Hotman Paris Hutapea mengungkapkan itu dalam postingan akun instagramnya @hotmanparisofficial sekitar satu jam lalu.

Hotman Paris Hutapea pun mendesak aparat agar memunculkan alias memajang pula pengusaha yang membooking Vanessa Angel.

Inilah postingan lengkap Hotman Paris di akun instagramnya : 

'Semua istri pengusaha dan pejabat di Jatim agar periksa wa dan sms di hp suaminya! Razia buaya darat! Cukong rokok atau cengkeh?? Atau upeti ke pejabat? Hai oknum wartawan : kok tutup mulut? Di lobby apa sama si cukong? Di janjikan apa agar nama cukong rahasia? Knp cuma nama artis yg di ekspose? Aparat : kalau ekspose jangan cuma germo dan artis yg di pajang? Juga cukong nya! Jangan diskriminasi! Saat ini Si cukong akan rela habis seharga lamborgini asal namanya tdk terekspose! Wao wao rezekiiiiiiiii moplok menunggu?,' tulis @hotmanparisofficial.

Punya Imbas Hukum

Rupanya tuntutan Hotman Paris Hutapea agar aparat juga mengekspose pengusaha yang membooking Vanessa Angel cukup berdasar. 

Bukan berdasarkan ujaran Hotman Paris, tetapi Berdasarkan penelusuran dari kasus-kasus sebelumnya, tak diketahuinya prilaku seorang pelanggan PSK ternyata bisa berakibat lolos dari jerat hukum apabila tak diketahui oleh keluarganya. 

Menyangkut kemungkinan Vanessa Angel dan pengusaha yang diringkus bersamanya terkait prostitusi online di Surabaya akan sulit diberi hukuman sebenarnya sudah pernah ramai dibahas di kasus-kasus sebelumnya.

Ketika kasus maraknya prostitusidi Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, hal itu sudah pernah dikomentari secara gamblang oleh seorang ahli hukum pidana. 

Saat itu polisi hanya menjerat para muncikari menggunakan pasal 296 KUHP jo Pasal 506 KUH dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara. 

Sedangkan para PSKnya yang sebagian besar masih dibawah umur direhabilitasi oleh Pemprov DKI. 

Alasannya karena belum ada pasal dalam KUHP yang mengatur penegakan hukum pidana untuk para pelanggan maupun PSK.

Makanya kemudian dalam kasus-kasus prostitusi yang bisa dijerat hukum hanyalah muncikarinya saja. 

Harus Diketahui Istri

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, mengatakan pelanggan prostitusi sebenarnya dapat dijerat dengan Pasal 284 KUHP tentang Perselingkuhan.

"Namun pasal ini merupakan delik aduan dan hanya dapat menjerat secara hukum pelanggan prostitusi yang sudah kawin," ujar Abdul.

Itulah mengapa seorang pelanggan prostitusi harus diketahui namanya. Hal itu agar sang istri bisa mengetahuinya, dan dapat mengambil langkah hukum apabila menginginkannya.

Menurut dia, polisi baru dapat menindak pelaku apabila suami atau istri yang bersangkutan melaporkan perselingkuhan tersebut.

Jika tidak, maka pasal ini tidak dapat digunakan.

Abdul melanjutkan, tetapi ada aturan lain yang dapat secara langsung menjerat seseorang yang kedapatan menjadi pelanggan prostitusi.

Namun hal itu hanya berlaku di Jakarta karena Pemprov DKI memiliki Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Dalam Pasal 42 ayat (2) Perda Nomor 8 tahun 2007,diatur bahwasetiap orang dilarang: a. Menyuruh, memfasilitasi, membujuk, memaksa orang lain untuk menjadi pekerja seks komersial. b. Menjadi pekerja seks komersial. c. Memakai jasa pekerja seks komersial.

"Dalam pasal itu disebutkan, tidak hanya pelanggan, tetapi pekerja seks komersial pun dapat dijerat dengan aturan tersebut," ujar Abdul.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa yang melanggar ketentuan ini dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 20 hari dan paling lama 90 hari atau denda paling sedikit Rp 500.000 dan paling banyak Rp 30.000.000.

Namun, apakah Surabaya punya aturan ini? Apakah Polisi berani membuka nama pengusaha yang membooking Vanessa Angel? Kita simak saja kelanjutan kasus ini berikutnya.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved