Berangkat Mengemis, Abah Ujang Naik Ojek Online dari Rumah
Pengakuan Abah Ujang selama mengemis di Ibu Kota juga mengejutkan para Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial
Palmerah, Warta Kota -- Tidak hanya menemukan uang cukup besar, pengakuan Abah Ujang selama mengemis di Ibu Kota juga mengejutkan para Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.
Abah Ujang mengaku menumpang ojek online dari rumah.
Pengakuan itu disampaikan Abah Ujang ketika petugas P3S yang disaksikan seorang anggota Kepolisian melakukan wawancara singkat di Posko Terpadu Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (3 /1/2019).
Abah Ujang katanya jujur mengaku ketika petugas menanyakan tiga buah ponsel yang ditemukan bersama uang jutaan rupiah dalam kantong kresek yang dibawanya.
Abah Ujang menggunakan ponsel jenis android itu untuk memesan ojek online hingga menghubungi keluarganya jika tertangkap petugas.
"Dia ngaku rumahnya di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia ke mana-mana naik ojek online, termasuk ke Tip Top Rawamangun tempat kita temuin," ungkap Sardi, Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Timur dihubungi pada Minggu (6/1/2019).
Aksi berpindah tempat dengan menggunakan ojek online katanya untuk menghindari petugas.
Hal tersebut terbukti ampuh, sebab petugas P3S diketahui terkonsentrasi di persimpangan jalan ataupun tempat umum.
"Karena itu kita patroli, terbukti bisa menjangkau PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) di jalan yang tidak diawasi petugas," ungkapnya.
Nasib sial
Namun nasib sial tengah dialami Abah Ujang.
Bertahan-tahun mengemis di sejumlah wilayah Ibu Kota, Abah Ujang akhirnya berhasil diamankan di kawasan Pusat Perbelanjaan Tip Top Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (3/1/2019).
Kejadian itu diungkapkan seorang petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Timur, Sardi ketika dirinya bersama rekan-rekannya berpatroli di Jalan Balai Pustaka Timur, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.
Dirinya kemudian melihat seorang kakek berpakaian lusuh tengah terduduk di kawasan Pusat Perbelanjaan Tip Top.
Yakin jika sang kakek merupakan seorang pengemis, Sardi bersama beberapa orang rekannya kemudian mengajak ngobrol sang kakek yang mengaku bernama Abah Ujang.
Awalnya Abah Ujang mengelak ketika disangkakan pihaknya sebagai pengemis.
Namun Abah Ujang tidak bisa mengelak, sebab sebelumnya pihaknya memergoki Abah Ujang terlihat mengemis di depan gerbang masuk Tip Top Rawamangun.
"Dia awalnya bilang nggak ngemis, tapi kita sudah lihat. Jadi kita amanin langsung ke posko," ungkap Sardi dihubungi pada Minggu (6/1/2019).
Usai diamankan di Posko Rawamangun Abah Ujang katanya dimintai keterangan sekaligus diperiksa barang bawaannya.
Para petugas pun terkejut ketika melihat isi kantong kresek yang dibawa Abah Ujang berisi uang cukup banyak.
Petugas menghitung uang yang dimiliki Abah Ujang ada sebanyak Rp 1.140.000 dalam berbagai pecahan.
Uang tersebut diakui Abah Ujang merupakan uang hasil mengemis selama dua hari belakangan.
"Dia ngaku kalau uang itu hasil ngemis, cuma dua hari dia bisa dapat uang segitu. Gimana kalau sebulan? setahun?," ujar Sardi.
Terkait hal tersebut, pria asal Sukabumi, Jawa Barat itu kemudian dibawa ke Kantor Sudin Sosial Jakarta Timur untuk dilakukan pendataan.
Selanjutnya, Abah Ujang dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II Cipayung, Jakarta Timur guna mendapatkan pembekalan pembinaan sosial.
"Harapannya agar tidak mengemis lagi. Di sana dia akan diberikan pemahaman kalau mengemis itu melanggar aturan, sementara dia tinggal di sana untuk dibina," jelasnya. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20190106abah-ujang-naik-ojek-online-dari-rumah.jpg)