Breaking News:

Ruang Terbuka Hijau

Lurah Cipinang Melayu Ingin RTH Cipinang Melayu Jadi Kawasan Terpadu

Dinas Kehutanan Jakarta Timur berencana memiliki lahan ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Swadaya 7, RT 011/06, Cipinang Melayu.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Kelurahan Cipinang ingin menggelar program edukasi berwawasan lingkungan di Ruang Terbuka Hijau di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, MAKASAR --- Dinas Kehutanan Jakarta Timur berencana memiliki lahan ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Swadaya 7, RT 011/06, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Lahan yang hendak dibeli Dinas Kehutanan itu seluar 3,5 hektar. 

"Di sana ada 3,5 hektar yang akan dibeli oleh pihak Dinas Kehutanan, masih ada sebesar 2,5 hektar lahan yang belum dibayarkan," kata Lurah Cipinang Melayu, Syahrul Munir, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/1/2019).

RTH seluas 2,5 hektar itu akan dimanfaatkan warga sebagai lahan perkebunan.

Ruang Terbuka Hijau Kalijodo Mulai Rusak, Rumput dan Skatepark Diperbaiki

Syahrul juga mengimbau warganya agar  melakukan urban farming dan menanaminya dengan sayur-mayur dan tanaman lainnya.

"Saya imbau warga untuk ditanamkan urban farming. Jadi kami manfaatkan untuk urban farming. Ada labu, kacang panjang, jagung dan lainnya," ucapnya.

Selain itu, lahan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat berkemah. Seperti yang dilakukan warga saat perayaan malam Tahun Baru 2019, Senin (31/12) lalu.

Saat ini, Syarul Munir sedang membuat program 'Sekolah Pemuda Cipinang Melayu'.

Pemprov DKI Alokasikan Rp 1,95 Triliun untuk Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Biru

Program tersebut  berisi kegiatan edukasi kepada siswa SD sampai SMA mengenai cara bercocok tanam.

"Programnya sedang kami sosialisasikan. Nantinya siswa-siswa bisa camping di sana," kata Syahrul.

Dia berharap, Dinas Kehutanan dapat segera memiliki lahan tersebut.

"Jadi nanti ketika dibeli lahannya, kalau bisa tidak usah dibangun lagi. Saya sarankan ditinjau terlebih dahulu, agar dilihat nanti kalau daerah di sana mungkin bisa jadi komplek terpadu. Ada perkemahan, urban farming, taman herbal dan taman kupu-kupu," ucap Syahrul Munir.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved