Korban Kebakaran di Jelambar Berharap Ada Bantuan Urus Dokumen-dokumen Penting

Kebakaran tersebut menghanguskan sebanyak 40 rumah semi permanen yang disebabkan arus pendek dari rumah salah satu warga.

Korban Kebakaran di Jelambar Berharap Ada Bantuan Urus Dokumen-dokumen Penting
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Kondisi pasca-kebakaran di Jalan Jelambar Utama IV, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (5/1/2019). 

SETELAH kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah semi permanen di Jalan Jelambar Utama IV, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, warga mulai mengais sejumlah barang bekas.

Pantauan Warta Kota, sejumlah warga mulai mengais barang bekas yang masih dapat digunakan. Kebakaran tersebut menghanguskan sebanyak 40 rumah semi permanen yang disebabkan arus pendek dari rumah salah satu warga.

Kini, warga yang terdampak kebakaran tersebut sudah mengungsi di tenda-tenda yang didirikan oleh Dinas Sosial. Dapur umum pun sudah didirikan di lokasi, dan beberapa bantuan terus berdatangan.

Dinas Sosial Siapkan Makanan untuk Korban Kebakaran di Jelambar Sampai Tujuh Hari ke Depan

Rita (40), warga RT 08/08 mengatakan, kebakaran yang terjadi pada Jumat (4/1/2018) malam berlangsung cukup cepat. Kondisi angin yang kencang membuat api membesar hingga menjalar ke bangunan lain.

"Jam 11-an api emang keceng, jadi api loncat lontar nyamber ke bangunan lain, ditambah ada toko gas, sempet itu denger ledakan. Saya aja enggak sempet nyelamatin barang-barang," kata Rita, Sabtu (5/1/2019).

Meski barang berharganya hangus terbakar, kedua anak dan suaminya selamat dari peristiwa kebakaran tersebut. Kini dirinya terpaksa tinggal bersama tetangganya yang rumahnya tidak terdampak kebakaran.

Kondisi pasca-kebakaran di Jalan Jelambar Utama IV, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (5/1/2019).
Kondisi pasca-kebakaran di Jalan Jelambar Utama IV, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (5/1/2019). (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

"Yang penting keluarga selamat semua, walau barang semuanya enggak kebawa, sekarang tinggal di tetangga, kebetulan banyak tetangga yang nawarin juga," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Asnna (50). Ia mengaku pasrah atas musibah yang menimpanya. Saat ditemui, ia hanya terlihat memandangi rumah yang telah ia huni puluhan tahun tersebut, menjadi puing-puing.

"Awal itu saya lagi cuci kulkas, denger itu kebakaran, ya saya pikir kebakarannya enggak gede. Pas lihat api udah gede banget, makanya saya juga enggak sempat selamatin barang-barang, karena api itu enggak jauh dari rumah saya," papar Asnna.

Saut Situmorang Setuju Ketua KPK Jadi Panelis Debat Pilpres 2019, Agus Rahardjo Malah Khawatir

Kesedihan Asnna makin bertambah, karena dua kendaraan roda dua miliknya kini hanya menyisakan kerangka-kerangka yang telah hangus terbakar. Terlebih, kendaraan roda dua tersebut merupakan mata pencarian suaminya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

"Motor saya dua aja hangus, makanya bingung suami juga. Mana itu motor buat ojek. Kalau begini kita jadi bingung kerja apa, surat-surat juga enggak kebawa, yang dibawa cuma baju saya aja ini yang nempel," ungkapnya.

Meski tenda pengungsian sudah ada, Asnna berharap ada bantuan untuk mengurus beberapa berkas-berkas penting yang turut terbakar.

"Kalau makanan, baju, tadi pengungsian udah banyak. Paling minta ada bantuan buat urus-urus surat kayak KTP, STNK, dan lain-lain, soalnya itu enggak kebawa semuanya, udah hangus," bebernya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved