Tsunami Pantai Anyer

Hoaks, Rekaman Suara Soal Ancaman Gempa Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Suara seorang pria yang mengaku bernama Andre mengatakan, ia mendapat informasi ancaman gempa dari sekda provinsi, yang mengutip data dari BMKG.

Hoaks, Rekaman Suara Soal Ancaman Gempa Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
NTARA FOTO/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
Dokumentasi foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan telah terjadi letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut). 

SEBUAH rekaman suara beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp yang isinya tentang ancaman gempa berkekuatan 8 Skala Richter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 1 menit 34 detik itu, suara seorang pria yang mengaku bernama Andre mengatakan, ia mendapat informasi ancaman gempa tersebut dari sekda provinsi, yang mengutip data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berikut ini cuplikan isi rekaman yang beredar:

"Ini Andre aku baru dapat kabar dari sekda provinsi. Beliau dapat data resmi dari BMKG yang memperkirakan Gunung Krakatau akan ada letusan yang mengakibatkan gempa dalam waktu dekat. Belum tahu apakah hari ini atau beberapa hari ini atau beberapa minggu ke depan..."

Klaim: BMKG mengeluarkan data yang memperkirakan terjadi gempa akibat erupsi Gunung Anak Krakatau

Rating: Salah/Misinformasi

Kabag Humas BMKG Taufan Maulana pada Kamis (3/1/2019) menegaskan bahwa isi rekaman audio tersebut adalah hoaks.

Langsung dihapus

Sementara itu, melalui akun instagram resmi BMKG, @imfobmkg, disebutkan bahwa BMKG tidak pernah memberikan pernyataan bahwa akan terjadi letusan Gunung Anak Kakatau yang menghasilkan gempa dengan skala 8 SR di wilayah Lampung dalam waktu dekat.

"Yang harus diketahui, BMKG tidak pernah memberikan pernyataan tersebut. Kemudian, diimbau kepada masyarakat jika mendapat broadcast terkait audio tersebut untuk tidak menyebarluaskannya dan langsung saja dihapus agar tidak kembali membuat resah masyarakat di kemudian hari," demikian disampaikan melalui akun instagram @infobmkg. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved