Pilpres 2019

Boni Hargens Prediksi Kebebasan Sipil dalam Ancaman Serius Jika Prabowo Jadi Presiden

Kata Boni Hargens, kebebasan pers sudah mulai terancam ketika adanya boikot terhadap media massa oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Boni Hargens Prediksi Kebebasan Sipil dalam Ancaman Serius Jika Prabowo Jadi Presiden
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di kediaman Prabowo Subianto, Jakarta, Jumat (7/9/2018). Dalam keterangan persnya, Prabowo-Sandi beserta koalisi partai pengusung mengkritisi kondisi perekonomian bangsa seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. 

DIREKTUR Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut kebebasan sipil masyarakat Indonesia terancam jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di Pilpres 2019.

Menurut Boni Hargens, pernyataan itu didasarkan pada sintesis dalam kiprah dan narasi kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ‎hingga Desember 2018, ditambah dukungan ormas garis keras.

Hal itu disampaikan Boni Hargens dalam diskusi bertema 'Membaca Masa Depan: Seperti Apa Indonesia Jika Jokowi atau Prabowo Terpilih?' di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

Lagi Hamil, Nikita Mirzani Diminta Pikirkan Kembali Gugatan Cerainya

"Kebebasan sipil adalah ancaman. Kebebasan pers, kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah, kebebasan berserikat, dan sebagainya akan dalam ancaman serius," ucap Boni Hargens.

Hal itu diprediksi Boni Hargens berdasarkan hasil analisa LPI, menggunakan metode kualitatif sederhana.

Hal lain, kata Boni Hargens, kebebasan pers sudah mulai terancam ketika adanya boikot terhadap media massa oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pastikan Kabar Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos Hoaks, Polisi: Dicetak Saja Belum

"Aksi boikot media yang dilakukan tim Prabowo-Sandi karena tidak memberitakan kegiatan reuni 212 sesuai kehendak mereka, adalah preseden buruk. Mereka ingin menjiplak metode kampanye Trump yang menuding lima media besar sebagai media abal-abal dan sesat," ulasnya.

Lebih lanjut, ia juga berpandangan dukungan dari ormas garis keras seperti HTI dan FPI dapat memicu keresahan kolektif di tengah-tengah masyarakat. Sebab, ada praktik-praktik intoleransi dari ormas-ormas yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"‎Dukungan HTI, FPI, dan ormas-ormas garis keras membentuk keresahan kolektif di tengah masyarakat, terkait maraknya praktik intoleransi dan persekusi yang dilakukan oleh ormas garis keras selama ini," papar Boni Hargens.

IPW: Prabowo Mau Bikin Perang Saudara?

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved