VIDEO: Cerita Pilu Ade Jigo Soal Manggung Bareng Seventeen

JIGO itu sudah menutup gantung acara itu dan mempersilahkan Seventeen untuk keatas panggung,

Komedian Ade Dora alias Ade JIGO kembali menceritakan kisah pilu keluarganya, yang menjadi korban dari tsunami selat sunda Carita sampai Lampung, pada 22 Desember 2018 silam.

Ade JIGO menjelaskan bahwa ia sedang menjadi pembawa acara Gathering PLN, di Tanjung Lesung Beach Resort, bersama dengan grup band Seventeen dan Jigo.

Dimana dalam peristiwa tersebut, Ade JIGO kehilangan sang istri, Meyuza Zainal Arifin yang meninggal dunia karena tsunami selat sunda.

"Secara firasat tuh enggak ada sama sekali kalau akan terjadinya Tsunami. Memang saat kejadian, JIGO itu sudah menutup gantung acara itu dan mempersilahkan Seventeen untuk keatas panggung," kata Ade JIGO ketika ditemui di gedung Trans 7, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019) malam.

"Kemudian saya turun dan saya sempat ke backstage untuk beres-beres. Saya ambil anak saya mau saya ajak jalan-jalan ke depan panggung sambil nonton Seventeen," tambahnya.

Ade pun menjelaskan posisi sang istri saat kejadian. Kala itu, Meyuza sedang menyuapkan makanan ke anaknya. Setelah memberikan makanan, Meyuza meminta Ade untuk ajak anak-anak ke depan panggung menyaksikan aksi dari Seventeen.

"Istri saya bilang 'Yah nih ajak anak-anak ke depan untuk nonton, bunda makan dulu', oh yaudah. Itu omongan terakhir ke saya dan dia sendiri nggak ada obrolan apa-apa," ucapnya.

Ade yang dulunya bekas personil grup musik komedi Teamlo itu mengungkapkan, kalau Meyuza sore harinya sempat melihat Anak Gunung Krakatau sedang mengeluarkan larva.

Tetapi, Meyuza menceritakan hal tersebut ke Asisten Rumah Tangga (ART) nya. Ucapan tersebut seolah memberikan tanda bahwa akan adanya sebuah bencana, meskipun Ade tidak memiliki firasat apapun.

"Dan pukul 21.20 itu Seventeen udah masuk lagu yang kedua, kita masih nonton, masih nikmatin, dan saya sempat jalan-jalan kanan-kiri-kanan-kiri sama anak saya yang kecil. Terus saya melihat kopi di tenda, Ada Aa Jimmy kan hobi banget dengan kopi, Aa Jimmy istrinya sama istri saya lagi dibelakang panggung lagi makan," jelasnya.

"Pada saat saya mau kasih tahu, mau balikkan badan itu saya udah lihat air datang. Namun posisi air itu ya kurang lebih 2 meter, bukan yang tinggi ya karena saya posisi disamping," tambahnya.

Karena sudah melihat air tsunami datang, Ade mengaku berusaha berlari sambil menggendong putranya yang kecil. Tetapi, ia tidak sempat kabur lebih jauh, karena langsung tersambar oleh tsunami yang datang.

"Saya lari, orang udah banyak yang teriak air-air, lari lima langkah saya udah kegulung (sama air). Saya sama anak saya pelukan gimana caranya saya selamat sama anak saya dan kegulung tuh kurang lebih lima menit. Saat kegulung, saya udah sentuhan macam-macam, ada besi, tembok, kayu, dan mohon maaf ada manusia juga," tuturnya. (Arie Puji Waluyo/ARI)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved