Breaking News:

Pilpres 2019

Tes Mengaji Capres-Cawapres Bukan Wewenang KPU

Menurutnya, masyarakat ingin punya gambaran kategori pasangan capres-cawapres yang mewakili aspirasi mereka.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menunjukkan nomor urut yang diperoleh saat rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). 

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari mempersilakan masyarakat mengusulkan kegiatan selama tahapan kampanye, bagi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Menurutnya, masyarakat ingin punya gambaran kategori pasangan capres-cawapres yang mewakili aspirasi mereka.

"Maka masyarat berhak mengundang pasangan calon untuk diajak diskusi, diajak pengajian, itu untuk masyarakat," kata Hasyim Asyari, Kamis (3/1/2019).

Kesal Foto Seksinya Dikomentari Netizen, Marsha Aruan: Padahal Kebuka Dikit Doang

Pernyataan itu menanggapi usulan Dewan Ikatan Dai Aceh yang mengundang pasangan calon presiden-calon wakil presiden untuk ikut tes membaca Alquran di Aceh.

Namun, kata dia, setiap kegiatan pada saat kampanye harus dilaporkan kepada lembaga penyelenggara pemilu. Selain itu, pihaknya tidak dapat menyelenggarakan acara itu, karena tidak diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Kalau KPU urusan pemenuhan syarat calon sudah selesai, dan yang diurus KPU syaratnya yang dituangkan di undang-undang. Kalau di luar UU, KPU tidak bisa melakukan pengujian atau tes. Bukan wewenang KPU," jelasnya.

Peraturan Memborgol Tahanan Sudah Ada Sejak 2012, Ini Alasan KPK Baru Menerapkannya Tahun 2019

Sehingga, dia menyerahkan kepada pasangan capres-cawapres apakah mau menghadiri acara itu atau tidak.

"Jika berkenan untuk hadir maka dipersilakan, tidak dilarang," ucapnya. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved