Seorang Bayi Meninggal Dianiaya ODGJ, Komisioner KPAI Desak Pemprov DKI Lakukan Pendataan

KPAI mengunjungi kediaman pasangan suami istri, Julia dan Zichamudin yang anaknya tewas dianiaya oleh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Seorang Bayi Meninggal Dianiaya ODGJ, Komisioner KPAI Desak Pemprov DKI Lakukan Pendataan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Patra, Jumat (4/1/2019), mengunjungi rumah pasangan suami istri, Julia dan Zichamudin yang anaknya tewas dianiaya oleh Orang dengan Gangguan Jiwa. 

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Patra mengunjungi kediaman pasangan suami istri, Julia dan Zichamudin yang anaknya tewas dianiaya oleh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Jasra mendesak agar Pemprov DKI Jakarta melakukan pendataan kepada ODGJ yang ada di Jakarta agar mereka mendapatkan penanganan khusus.

"Ini kejadian pertama kali dalam catatan KPAI, kasus seperti ini. ODGJ yang menyeret anak dilempar, itu luar biasa. Oleh sebab itu kita berharap Pemprov DKI Jakarta, RT dan RW serius untuk mendata, memastikan bahwa ODGJ ini harus direhab secara baik, sehingga anak-anak juga terlindungi," ucap Patra di kediaman korban, Gang Naserih, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (4/1/2019).

Patra mencatat, berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesda) tahun 2017, jumlah ODGJ di Indonesia mencapai 14 juta jiwa, atau setara dengan 15 persen jumlah penduduk DKI Jakarta.

"Maka harus ada niat serius dari pemerintah untuk menangani terkait rehab ODGJ, juga pengawasannya sehingga nanti anak-anak kita bisa terlindungi. Karena anak ini apalagi usianya 2 tahun. Dia tidak mengerti ini ODGJ atau orang sehat, tentu harus ada pengawasan dari pemerintah terkait bagaimana mengawasi ODGJ. Takutnya jika tidak ada treatment dari pemerintah, orang lain termasuk anak akan jadi korban," ungkapnya.

Patra menambahkan, menanganI ODGJ bukan hal yang mudah. Memasung ODGJ pun dinilainya tak menyelesaikan masalah.

Oleh sebab itu pemerintah juga harus membantu keluarga-keluarga yang merawat ODGH.

"ODGJ ini kan tanggung jawab Dinsos atau Kemensos tentu treatment ya rehab sesuai dengan penyakitnya. Seandainya keluarga tidak mampu, ya tentu pemerintah ambil tanggung jawab untuk rehab. Jangan dibiarkan, kalau dibiarkan, ya apalagi keluarga tidak mampu mengobati, akhirnya kejadian-kejadian seperti ini akan berulang. Karena dari cerita tadi kan pelaku kadang diam, kadang ngamuk," ujar Patra.

Sebelumnya, seorang bayi bernama Adriayana Claresia Putri ini tewas dianiaya oleh tetangganya sendiri yang memiliki gangguan jiwa di Gang Naserih, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (1/1/2019) lalu.

Kejadian bermula saat korban yang sedang bermain bersama Ibunya di ruang tamu rumah korban. Tak lama kemudian korban ditinggalkan oleh sang Ibu ke kamar mandi.

Namun ketika kembali, Ibunya mendapati korban sudah dalam keadaan terluka parah akibat dianiaya dan dilempar ke samping rumah yang dibatasi pagar dengan ketinggian 1,5 meter. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved