Pentingnya K3, Satu di Antaranya Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Area Kerja

PHBS di tempat kerja meliputi, penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan tempat kerja, menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja.

Pentingnya K3, Satu di Antaranya Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Area Kerja
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Ilustrasi kawasan tanpa asap rokok. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pemerintah menyosialisasikan pentingnya implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja dalam rangka mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Salah satu bentuk sosialisasi adalah penyusunan buku Pedoman K3 yang akan diluncurkan pada Bulan K3, yaitu sepanjang 12 Januari-12 Februari.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kemenkes RI, drg Kartini Rustandi MKes, mengatakan, berkembangnya pembangunan ekonomi di Indonesia secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pekerja.

Namun, di sisi lain para pekerja juga berpotensi terpapar bahaya saat bekerja, seperti penyakit akibat kerja dan kecelakaan pada saat bekerja.

Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan setidaknya terjadi 110.285 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2015; sebanyak 105.182 kasus pada tahun 2016; dan sebanyak 80.392 kasus hingga Agustus 2017.

"Perlindungan bagi pekerja perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan efektifitas keselamatan dan kesehatan pekerja selaku penggerak roda perekonomian bangsa, aset bagi tempat kerja, tulang punggung keluarga, dan pencetak generasi penerus bangsa," ujar Kartini beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Kemenkes menyusun buku Pedoman K3 yang dapat digunakan sebagai acuan dalam membangun budaya K3 dalam lingkungan kerja.

Implementasi budaya K3 dinilai efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan kondusif sehingga pekerja dapat memberikan kontribusi maksimal dengan kondisi kesehatan yang prima.

Adapun standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang tercantum dalam buku Pedoman K3, antara lain peningkatan pengetahuan kesehatan kerja, pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tempat kerja, penyediaan ruang ASI dan pemberian kesempatan memerah ASI, dan aktivitas fisik.

Kartini menjabarkan, peningkatan pengetahuan kesehatan kerja dimaksudkan agar pekerja mengetahui pentingnya kesehatan kerja sehingga berkeinginan untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved