Mbah Rono: Jangan Kriminalisasi Gunung Anak Krakatau!

AHLI vulkanologi Surono menegaskan, tsunami di Selat Sunda sama sekali tidak ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Mbah Rono: Jangan Kriminalisasi Gunung Anak Krakatau!
ISTIMEWA
Surono, mantan Kepala PVMBG 

AHLI vulkanologi Surono menegaskan, tsunami di Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) lalu, sama sekali tidak ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Jangan ada diskusi lagi, jangan beri judul tsunami di Selat Sunda disebabkan oleh letusan Anak Krakatau. Jangan kriminalisasi Gunung Anak Krakatau," tegas pria yang akrab disapa Mbah Rono itu, dalam sebuah diskusi bertema 'Mitigasi bencana masih menjadi PR', di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (3/1/2019).

Peristiwa tsunami yang menelan korban sebanyak 437 orang, 14.059 orang luka-luka, dan 16 orang hilang ini, kata Mbah Rono, disebabkan karena longsoran Gunung Anak Krakatau. Dimana, hal tersebut telah diteliti dan dipublikasikan sejak 2012 silam.

“Ini bukan letusan, tapi longsoran Gunung Anak Krakatau. Tsunami di Selat Sunda sudah diteliti, tsunami di Selat Sunda disebabkan karena longsoran,” jelasnya.

Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini menyebut, apabila Gunung Anak Krakatau bisa berbicara, maka gunung yang berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini akan mengiyakan apa yang ia sampaikan tersebut.

"Anak Krakatau akan bilang dari dulu 'orang bilang melihat saya potensi tsunami adalah longsoran tubuh saya, bukan letusan saya'. Pasti anak Krakatau dengan jujur mengatakan itu,” papar Mbah Rono. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved