Tsunami Pantai Anyer

Ade JIGO Masih Trauma Kehilangan Istri Akibat Tsunami Selat Sunda

Paska-menjadi korban tsunami Selat Sunda Banten hingga Lampung, komedian Ade Dora alias Ade JIGO baru terlihat lagi menjalani aktivitasnya.

Ade JIGO Masih Trauma Kehilangan Istri Akibat Tsunami Selat Sunda
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Ade Jigo ketika ditemui di Gedung Studio Trans 7, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019) malam. 

PASKA-menjadi korban tsunami Selat Sunda Banten hingga Lampung, komedian Ade Dora alias Ade JIGO baru terlihat lagi menjalani aktivitasnya menjadi bintang tamu di salah satu stasiun televisi.

Ade JIGO terlihat menjadi bintang tamu dalam program 'Hitam Putih' Trans 7, di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019) malam.

Usai menjadi bintang tamu, Ade JIGO menceritakan aktivitasnya paska kejadian tsunami selat sunda itu, yang menyebabkan ia kehilangan istri tercintanya, Meyuza binti Zainal Arifin

"Memang paska kejadian (tsunami Selat Sunda), saya berada di kampung istri saya di Sumatera Selatan. Saya memakamkan istri saya disana dan mengajikan istri saya, sambil menenangkan diri," kata Ade Jigo.

Ade mengaku bahwa menjadi korban dan kehilangan orang-orang yang ia sayangi seperti sang istri, rekan duetnya bernama Aa Jimi di grup JIGO, serta rekan-rekan dari grup band Seventeen membuatnya sangat trauma dan terpukul.

Butuh waktu untuk Ade instrospeksi diri dan menyerahkan diri kepada Tuhan YME, agar ia bisa diberikan kekuatan lagi untuk membesarkan anak-anaknya dan menjalani kehidupan kedepan.

"Pasti ya saya masih trauma. Cuman pelan-pelan lah saya mulai bangkitkan diri saya lagi," ucapnya.

Tetapi, ketika ditemui saat itu, Ade terlihat sangat tenang. Bekas personil grup musik komedi Teamlo itu terlihat sudah ikhlas menerima kenyataan pahit dalam tragedi tsunami Selat Sunda.

Ade pun menerangkan apa yang membuatnya bisa bangkit lagi dari kejadiaan naas yang menimpa keluarganya itu. Bukan orang lain, tetapi Ade bangkit demi anak-anaknya.

"Sebenarnya semuanya karena anak saya. Saya lihat 10 hari di Sumatera Selatan, anak-anak sudah happy dan mereka sendiri yang minta pulang akhirnya. Mereka bilang, 'yah pulang ke rumah'. Terus saya bilang'iya nak-nak' saat 7 hari disana. Tapi, saya masih nahan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved