Koran Warta Kota

Waspada Retakan Baru Gunung Anak Krakatau

"Pantauan terbaru kami lewat udara, gunung sudah landai, asap mengepul dari bawah air laut. Tapi di badan gunung yang tersisa di permukaan..."

Waspada Retakan Baru Gunung Anak Krakatau
Warta Kota
Berita utama harian Warta Kota edisi Kamis, 3 Januari 2019 

Untuk memantau adanya tsunami yang disebabkan Gunung Anak Krakatau, BMKG sudah memasang alat berupa sensor pemantau gelombang dan iklim.

"BMKG menambah peralatan, saat ini yang sudah terpasang di Pulau Sebesi fungsinya untuk mengukur tinggi gelombang dan cuaca di sekitar gunung," katanya.

Pulau Sebesi, kata dia, jadi alternatif pemasangan sensor sebagai kawasan paling dekat.

Tempat yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau sebenarnya adalah Sertung, namun Tim BMKG saat ini belum bisa menjangkau Sertung lantaran tingginya gelombang.

Dwikorita menyebut, nantinya alat tersebut akan bekerja memantau pergerakan gelombang dan cuaca yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Jika ada gelombang mengalami fluktuasi yang tinggi, maka sensor akan mengirim sinyal ke pusat data yang terhubung.

"Secara pararel akan mengabarkan BMKG Jakarta, BPBD, dan Polda, akan diketahui lebih cepat jika ada gelombang tinggi seperti tsunami, jadi ada peringatan dini lebih cepat untuk masyarakat," kata dia.

Sensor tersebut, lanjut Dwikorta, bisa mendekati tinggi gelombang hingga 10 meter.

Selain mendeteksi gelombang, sensor juga berfungsi untuk menangkap getaran yang terjadi karena erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Tapi tidak semua erupsi mengkhawatirkan, sensor akan memberi peringatan jika ada getaran setara dengan kekuatan 3,4 magnitudo, meskipun tidak ada gelombang, sinyal peringatan akan dikirim," ujar dia.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved