Pilpres 2019

KPK Minta Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Perhatikan 10 Poin Ini

KPK masih mempertimbangkan tawaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal permintaan jadi panelis debat pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

KPK Minta Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Perhatikan 10 Poin Ini
ISTIMEWA
Pemilu 2019 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempertimbangkan tawaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal permintaan jadi panelis debat pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, lembaga antikorupsi perlu mempertimbangkan sejauh mana risiko independensi KPK sebagaimana diatur UU 30 Tahun 2002.

"KPK tentu saja menghargai permintaan KPU tersebut yang kami pandang menunjukkan concern KPU terhadap aspek antikorupsi, sehingga meminta KPK terlibat langsung sebagai panelis," katanya kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Diminta KPU Jadi Panelis Debat Pertama Pilpres 2019, KPK Masih Pikir-pikir

"Namun, kami masih membahas secara internal apakah akan bersedia menjadi panelis, atau dari aspek substansi cukup memberikan sejumlah saran materi tentang pemberantasan korupsi dan keberadaan KPK yang akan dibahas tanpa dihadiri secara langsung oleh pimpinan KPK," imbuh Febri Diansyah.

Jika tidak dapat menghadiri acara debat pertama capres-cawapres pada 17 Januari mendatang, KPK memiliki 10 poin yang perlu menjadi perhatian pasangan Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut ini 10 poin KPK bagi para capres-cawapres tersebut:

KPK: Zero Tolerance Terhadap Perilaku Korupsi dan Suap di Indonesia Masih Jauh dari Harapan

1. Memperkuat landasan hukum pemberantasan korupsi ke depan melalui perubahan UU Tipikor. Hal ini juga perlu dilakukan sesuai standar internasional sebagaimana UNCAC yang telah kita sahkan melalui UU No 7 tahun 2006;

2. Strategi pemberantasan korupsi dan fenomena korupsi pada sektor penegakan hukum, termasuk perhatian terhadap reformasi secara serius terhadap instansi penegak hukum;

3. Maraknya korupsi perizinan, khususnya perizinan sumber daya alam (tambang, hutan, perkebunan, perikanan) dengan segala dampak yang sangat merugikan masyarakat dan lingkungan;

Daftar Pencetak Gol Terbanyak Liga 1 2018, Pemain Indonesia di Peringkat Berapa?

4. Bagaimana strategi untuk melakukan penyelamatan pendapatan negara, dari perpajakan-bea cukai, royalti tambang, hutan, kebun, perikanan;

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved