Heboh, Ilhan Omar Wanita Muslim Pertama Berhasil Dobrak Larangan Pakai Jilbab di Kongres AS

ILHAN Omar, namanya, ia adalah wanita pertama yang akan mengenakan jilbab di Kongres Amerika Serikat

Editor: Dian Anditya Mutiara
washingtonexcaminer
Ilhan Omar, wanita muslim pertama yang akan pakai jilbab pada kongres Amerika Serikat 

ILHAN Omar, namanya, ia adalah wanita pertama yang akan mengenakan jilbab di Kongres Amerika Serikat mewakili partainya, dan mengakhiri larangan.

Ilhan Omar adalah Perwakilan Demokrat Minnesota terpilih, dengan partainya ia membatalkan aturan yang melarang penutup kepala di House Floor.

Melansir dari Independent, pada Kamis (3/1/2019), Demokrat akan mengambil kendali DPR pada hari Ini.

Dengan urutan pertama, kongres adalah salah satu yang akan diatur ulang oleh Demokrat dan peraturan penutup kepala termasuk di dalamnya.

Prabowo Subianto Bicara Soal Selang Cuci Darah Dipakai Ramai-ramai, Begini Tanggapan RSCM

Ridwan Kamil: Seluruh Wilayah Jawa Barat Rawan Bencana

Salah satu aturan misalnya mengatakan bahwa mengubah larangan penutup kepala agama diperbolehkan, kecuali hiasan kepala non-agama.

Perubahan aturan ini akan memungkinkan Omar mengenakan jilbab sesuai dengan aturan Islam, sementara ia bisa berada di lantai DPR untuk berpidato.

 Ilhan Omar berbicara dengan salah satu peserta kongres/Dailymail

Legislator Somalia-Amerika ini secara terang-terangan telah menyatakan keinginannya untuk mengenakan jilbab sementara ia mewakili partainya di Kongres.

"Tidak ada yang menaruh syal di kepalaku selain aku," Kicau Omar di twitter setelah ia memenangkan pemilihan pada bulan November.

"Itu pilihan saya — yang dilindungi oleh amandemen pertama. Dan ini bukan larangan terakhir yang akan saya coba angkat," tambahnya.

Biasanya, partai mayoritas akan mengusulkan seperangkat aturan yang akan diajadikan aturan DPR.

Peramal Ini Bilang Bakal Banyak Orang Tersangkut Kasus Hukum karena Mati-matian Bela Capres-Cawapres

Sambut Tahun Baru 2019, WNI di Amerika Serikat Doakan Jokowi-Maruf

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi dan Ketua Komite Aturan Dewan Perwakilan Jim McGovern, keduanya telah mendukung permintaan Omar.

Mereka memasukkannya permintaanya ke dalam peraturan yang dikemas oleh partai yang dirilis pada Selasa malam (2/1/2019).

Lebih banyak perubahan diperkirakan akan datang saat Partai Republik menyerahkan kontrol setelah delapan tahun berkuasa.  

Topi atau penutup kepala dalam bentuk apa pun dilarang dari Floor House mulai tahun 1837. 

Sementara jenis penutup kepala seperti topi baseball dan topi koboi akan terus dilarang, tetapi perlengkapan keagamaan akan diizinkan di Kongres ke-116.

Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved