Breaking News:

Kasus Ratna Sarumpaet

Polisi Kebut Pemberkasan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Kepolisian masih terus melakukan pemberkasan dan mengecek semua kelengkapannya, atas kasus berita bohong atau hoax dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Kompas TV
Tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet, di Polda Metro Jaya. 

Semanggi, Warta Kota -- Kepolisian masih terus melakukan pemberkasan dan mengecek semua kelengkapannya, atas kasus berita bohong atau hoax dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Pemberkasan terus dikebut agar segera bisa dilimpahkan ke Kejati DKI yang ditargetkan dilakukan minggu pertama.tahun 2019 ini.

"Secepatnya akan kita lakukan untuk dilimpahkan berkas kasus bu Ratna. Kita tunggu ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/1/2018).

Argo memastikan pemberkasan dengan sejumlah petunjuk dari Kejati DKI tengah dikebut penyidik. "Nanti kalau sudah siap akan dikabari. Saat ini belum," kata Argo.

Berkas kasus hoax atau berita bohong yang dilakukan Ratna Sarumpaet dengan mengaku dianiaya sejumlah orang hingga wajahnya memar ini, sempat dilimpahkan oleh Polda Metro Jaya ke Kejati DKi pada 8 November 2018 lalu.

Namun, kejaksaan mengembalikan BAP tersebut dengan alasan belum melengkapi syarat formil dan materiil.

Sebelumnya Argo menyatakan berkas kasus penyebaran berita bohong oleh Ratna Sarumpaet akan dilimpahkan kembali ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, di awal pekan tahun 2019.

"Setelah tahun baru (berkas dilimpahkan," kata Argo, 26 Desember lalu.

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Kemudian Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor dalam kasus itu serta Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang.

Sejumlah nama lain, seperti juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, staf pribadi Ratna, Ahmad Rubangi, serta dua anak Ratna, Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina.

Seperti diketahui Ratna Sarumpaet dianggap telah melakukan penyebaran berita bohong terkait dirinya.

Ratna mengaku sudah dianiaya sejumlah orang di kawasan Bandung, Jawa Barat, Jumat, 21 September 2018 hingga wajahnya memar dan lebam.

Namun, dari hasil penyelidikan diketahui wajah lebam dan memar Ratna karena ia telah melakukan operasi plastik di Rumah Sakit Khusus (RSK) Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna dianggap melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved