Jembatan Penghubung Desa di Pandeglang Ambruk Akibat Luapan Air Sungai yang Meluap

Jembatan yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, ambruk akibat dierjang air sungai yang meluap dampak hujan deras.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Pemulihan kelistrikan pasca-tsunami di Pandeglang, Banten, hingga Selasa (25/12/2018), masih dalam tahap perbaikan dan penormalan. (Foto ilustrasi) 

JEMBATAN yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ambruk akibat dierjang air sungai yang meluap dampak dari hujan deras yang turun sepanjang Senin (31/12/2018) malam.

Staf pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Ade Mulyana di Pandeglang, Selasa (1/1/2019), menyatakan, jembatan yang berada di Kampung Sukamara itu tidak kuat menahan derasnya air Sungai Cisata yang meluap akibat hujan deras.

"AKibat amburknya jembatan itu, maka akses empat desa di Kecamatan Menes terputus, yakni Desa Kananga, Purwaraja, Sindang Karya, dan Cigandeng," ujarnya.

Dengan ambruknya jembatan itu, maka warga di empat desa tersebut bisa terisolasi jika tidak segera dilakukan perbaikan, atau minimal dibangunkan jembatan sementara untuk akses penghubung.

Ia juga menyatakan, reruntuhan jembatan harus segera diberasihkan karena menyumbat aliran air di Sungai Cisata.

"Kalau reruntuhan jembatan dibiarkan saja, maka air tersumbat dan bisa meluap ke permukiman warga yang berada di sekitar Sungai Cisata," ujarnya.

Menurut dia, cukup banyak material jembatan yang ambruk itu dan menghalangi jalur air di sungai. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved