Samsat Jaktim Dipenuhi Wajib Pajak di Hari Terakhir Penghapusan Pajak

Penghapusan sanksi administrasi PKB dan sanksi administrasi BBN-KB di hari terakhir membuat Samsat Jakarta Timur membludak dipenuhi para wajib pajak.

Samsat Jaktim Dipenuhi Wajib Pajak di Hari Terakhir Penghapusan Pajak
Warta Kota/Joko Supriyanto
Suasana antrean Samsat Jakarta Timur saat hari terakhir penghapusan denda pajak, Senin (31/12). 

JATINEGARA, WARTA KOTA -- Penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan sanksi administrasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) di hari terakhir membuat Samsat Jakarta Timur membludak dipenuhi para wajib pajak.

Dimana pada hari ini Senin (31/12) menjadi hari terakhir penghapusan denda pajak kendaraan setelah sebelumnya diperpanjang.

Imbas dari perpanjangan ini membuat para wajib pajak berbondong-bondong untuk membayar pajak kendaraannya yang tertunggak.

Sejumlah wajib pajak dari tadi pagi hingga siang ini terus berdatangan karena ingin melakukan pembayaran pajak.

Mereka terlihat mengantre di beberapa loket-loket pembayaran pajak.

Bahkan beberapa kendaraan wajib pajak yang datang ke samsat pun, hampir tak tertampung di lahan parkir samsat.

Suasana Kantor Samsat Jakarta Timur.
Suasana Kantor Samsat Jakarta Timur. (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Salah satu wajib pajak, Helmi (40) mengatakan bahwa dirinya baru melakukan pembayaran pajak kendaraan roda duanya karena memang telah jatuh tempo satu minggu yang lalu. Sehingga karena baru mendapatkan libur, ia baru dapat membayar pajak.

"Saya juga lupa kalo udah jatuh tempo, kebetulan kemarin ada lembur kan, jadi belum bisa bayar, dan kebetulan hari ini saya cuti jadi baru bisa bayar pajak," kata Helmi, Senin (31/12/2018).

Dengan adanya program ini, menurutnya sangat membantu bagi wajib pajak yang akan melakukan pelunasan tunggakan pajak. Sehingga mereka tidak terbebani denda pajak meskipun terlembat beberapa tahun.

"Ya menurut saya sangat bagus, hal seperti ini yang justru menginggatkan mereka untuk bayar pajak, apalagi kalo ada program layanan bayar pajak di hari Sabtu dan Minggu itu saya rasa lebih bagus, karena kebanyakan orang mau bayar pajak itu bentrok sama kerjaan," ujar karyawan swasta yang berkantor di Cawang.

Selain itu, hal serupa juga dikatakan oleh Windarto (28) salah satu wajib pajak. Meski mengantre saat hari terakhir penghapusan pajak, ia tetap menunggu proses antrean hingga selesai.

"Ya mau gimana, tetap nunggu sampai selesai walau antri ya, cuma kebetulan libur jadi banyak waktu sih, jadi ngak buru-buru juga. Kalo ngak libur itu yang kadang repot, apalagi antri panjang," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved