Terungkap Tiga Tersangka Pungli Korban Bencana Tsunami Terancam Hukuman Seumur Hidup

Sejumlah uang dibayarkan itu dibuat dengan kuitansi tidak resmi yang dibuat oleh para tersangka.

Terungkap Tiga Tersangka Pungli Korban Bencana Tsunami Terancam Hukuman Seumur Hidup
Wartakotalive.com/Max Agung Pribadi
Ilustrasi. Kondisi Kampung Tanjung Leme, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Rabu (26/12/2018). Mahasiswa Pencinta Alam (Mahitala) Universitas Parahiyangan (Unpar) Bandung, mengadakan bakti sosial di daerah ini. Di kampung ini ada 11 rumah rata tanah disapu tsunami dan 3 orang tewas. 

Polda Banten menetapkan 3 tersangka kasus dugaan pungutan liar pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda yang dilakukan oleh oknum di Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara (RSDP), Kabupaten Serang.

Tiga tersangka ditetapkan setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi dan mengamankan dua alat bukti berupa kuitansi dan uang tunai Rp 15 juta.

"Sore tadi, ditetapkan tiga tersangka inisial F, I, dan B," kata Kabag Wasidik Ditreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Dadang Herli Saputra.

Satu tersangka berinisial F diketahui merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang betugas sebagai staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Kabupaten Serang, Banten.

Sementara, dua tersangka lainnya merupakan karyawan CV Nauval Zaidan yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk pengadaan mobil jenazah.

Dadang mengatakan, RSDP menangani 34 jenazah korban tsunami Selat Sunda sejak 23 Desember 2018.

Dari jumlah tersebut, ada 11 jenazah yang dipulangkan menggunakan jasa mobil jenazah CV Nauval Zaidan.

Sementara, sisanya menggunakan ambulans sendiri yang didatangkan oleh pihak keluarga korban.

"Dari 11 jenazah, lima jenazah dipulangkan gratis, sementara enam lagi dimintai pungutan oleh tersangka," kata Dadang.

Dadang tidak merinci berapa jumlah biaya yang harus dibayarkan oleh keluarga korban meninggal saat mengurus pemulangan jenazah.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved