Malam Tahun Baru, Gubernur Banten Gelar Istighosah di Lokasi Tusnami

Agenda istighosah yang akan digelar pada malam Tahun Baru tersebut adalah pembacaan Surat Yassin, Dzikir, dan sambutan.

Malam Tahun Baru, Gubernur Banten Gelar Istighosah di Lokasi Tusnami
KOMPAS/RIZA FATHONI
Pantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah. 

Gubernur Banten, Wahidin Halim, akan menggelar istighosah di lokasi bencana Taunami Selat Sunda pada malam tahun baru 2109.

"Kita meminta kepada Allah SWT untuk diberi keselamatan dan dijauhkan dari bencana,” ujar pria yang akrab disapa WH itu, Minggu (30/12/2018).

Untuk itu Gubernur menginstruksikan kepada seluruh OPD agar mempersiapkan segala keperluannya.

Wahidin rencananya akan bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Pj. Sekretaris Daerah Ino S Rawita, para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk hadir dalam istighosah tersebut.

Mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini juga akan mengundang anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Banten beserta aparaturnya, Bupati Pandeglang beserta jajarannya, dan instansi vertikal di Provinsi Banten dalam istighosah tersebut.

Gubernur menghadirkan para ulama setempat, guru ngaji, masyarakat dan aparatur pemerintah setempat mulai dari Camat sampai dengan Ketua RT, serta para korban yang berada di area lokasi bencana.

"Kita berdzikir dan berdoa. Memohon terus kepada Allah SWT, agar diberikan keselamatan. Dan hadir bersama dengan warga yang terkena bencana," ucapnya.

Agenda istighosah yang akan digelar pada malam Tahun Baru tersebut adalah pembacaan Surat Yassin, Dzikir, dan sambutan.

Gubernur juga meminta agar Pemprov Banten menyediakan buku Surat Yasin dan buku doa ukuran kecil untuk dibagikan kepada warga yang hadir.

"Digelarnya istighosah pada perayaan malam pergantian tahun baru ini, bertujuan memohon kebaikan, keberkahan dan keselamatan untuk pemerintah dan masyarakat Provinsi Banten," kata Wahidin.

Selain itu, do’a dan dzikir bersama ini supaya diberikan kelancaran dalam proses tanggap darurat penanganan bencana Tsunami Selat Sunda dan dampak-dampaknya cepat dipulihkan.

Lebih lanjut Gubernur berharap, Istighosah yang digelar di tempat pengungsian para korban tsunami ini, bisa diikuti oleh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Provinsi Banten untuk menggelar acara yang sama.

“Ya kita hiasi perayaan pergantian malam tahun baru dengan berdo'a, dan penuhi dengan berbagai amalan dzikir. Ini kan lebih positif dari pada kita hura - hura, dan nantinya mendapat murka Allah," paparnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved