Breaking News:

Korban Tsunami Dipungli, Bupati Didesak Pecat Direktur Rumah Sakit

Direktur, sebagai pimpinan tertinggi harus bertanggung jawab atas praktik pungli itu," ujar Hamim

Wartakotalive.com/Max Agung Pribadi
Kondisi Kampung Tanjung Leme, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Rabu (26/12/2018). Mahasiswa Pecinta Alam(Mahitala) Universitas Parahiyangan (Unpar) Bandung, mengadakan bakti sosial di daerah ini. Di kampung ini ada 11 rumah rata tanah disapu tsunami dan 3 orang tewas. 

Ketua LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie menyatakan pungli terhadap korban tsunami Selat Sunda sungguh perbuatan keji. Setelah sebelumnya Pemda Kabupaten Serang membantah adanya pungli pengambilan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Kini Polda Banten telah menetapkan tersangka pungli itu. LBH Keadilan mengutuk praktik pungli tersebut.
"Kami berpandangan, penindakan praktik pungli tidak cukup berhenti pada penetapan tersangka oleh Polda Banten. Direktur, sebagai pimpinan tertinggi harus bertanggung jawab atas praktik pungli itu," ujar Hamim kepada Warta Kota, Minggu (30/12/2018).

Menurutnya, dalil bahwa Direktur tidak mengetahui praktik pungli tidak dapat diterima akal sehat. Mengingat kwitansi yang diterima keluarga adalah kwitansi resmi rumah sakit dan berarti uang yang dianggap sebagai hasil pungli juga masuk ke kas rumah sakit.

"Direktur juga telah nyata lalai melakukan pengawasan atau mungkin tidak memberikan instruksi kepada bawahannya agar tidak membebankan biaya kepada keluarga yang mengambil jenazah korban tsunami," ucapnya.

"Kami mendesak Bupati Serang untuk mencopot Direktur Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara Serang," kata Hamim. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved