Jokowi Sebut IHSG Terbaik Kedua Dunia, Ferdinand Hutahaean: Presiden Pembohong dan Penipu

Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menempati urutan kedua dunia dinilai menyesatkan.

Jokowi Sebut IHSG Terbaik Kedua Dunia, Ferdinand Hutahaean: Presiden Pembohong dan Penipu
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga beraktivitas di dekat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018). 

Sebab, lewat pemberitaan detik.com berjudul 'Jokowi Sebut IHSG Terbaik Kedua Dunia, Eh Ternyata..' yang turut dibagikannya itu menjadi bukti kesalahan Jokowi.

"Hal begini menunjukkan bahwa mmg @jokowi tak paham apa yg dibicarakannya. Sebut IHSG no 2 terbaik ternyata data BEI no 8. Dan hasil secara umum ini TERBURUK dalam 4 tahun terakhir. Tp bg pendukungnya, kesalahan ini harus tetap dipuji..!!," tulis Ferdinand.

Beragam pendapat menyusul postingan Ferdinand tersebut. Pro dan kontra dituliskan, terlebih para pendukung Jokowi yang membela dan membenarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik.

Stop Hoax

Tidak hanya berkata keras atas sejumlah berita hoax, Ferdinand juga menyindir para Jokowi dan pendukungnya lewat postingan TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetroJaya; pada Sabtu (29/12/2018) tentang larangan penyebaran berita hoax.

Dalam postingan TMC Polda Metro Jaya itu, terlihat seorang Polisi Wanita (Polwan) tengah memegang poster imbauan, tertulis 'Ini Dunia Maya, Hati-hati! Atau penjara menanti'.

Walau wajah serta senyum sumringah menghiasi imbauan, namun pihak Kepolisian dengan tegas bakal menindak para penyebar berita hoax.

"Katakan tidak pada berita hoax dan hate speech. Ini Dunia Maya, Hati-hati! Atau penjara menanti...," tulis admin @TMCPoldaMetroJaya pada Sabtu (29/12/2018) diakhiri tagar #StopHoax, #HoaxVirusPerusakBangsa, #HoaxVirusPemecahBangsa.

Postingan tersebut dilengkapi Ferdinand lewat unggahan akun @RajaPurwa; tentang KH Ma'ruf Amin yang menyebutkan Jokowi bakal meluncurkan mobil nasional, Esemka pada bulan Oktober 2018.

Namun hingga penghujung tahun 2018, mobil yang digaungkan Jokowi dalam Pilpres 2014 silam itu tidak ada kabarnya hingga saat ini.

"[Breaking News] Pemerintah berencana mengundurkan pelaksanaan tahun baru. Hal ini dikarenakan hari ini masih terhitung sebagai Bulan Oktober, tepatnya tanggal 89 Oktober 2018. Menyesuaikan dgn janji Pak Kyai Maruf Amin," tulis @RajaPurwa diakhiri tagar #HoaxEsemka dan #2019GantiPresiden.

"Hoax seorang cawapres..!!," tulis Ferdinand. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved