Basuki Ungkap Modus dan Celah Korupsi PUPR Terjadi Saat Lelang Barang dan Jasa

Satu-satunya celah korupsi yang bisa dimanfaatkan anak buahnya untuk mendulang uang haram hanyalah pada saat proses pengadaan barang dan jasa.

Basuki Ungkap Modus dan Celah Korupsi PUPR Terjadi Saat Lelang Barang dan Jasa
Kementerian PUPR
Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku, terkejut mendengar kabar adanya pegawai kementeriannya yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut dia, satu-satunya celah korupsi yang bisa dimanfaatkan anak buahnya untuk mendulang uang haram hanyalah pada saat proses pengadaan barang dan jasa.

Sebab, pada saat itun akan ada banyak perusahaan yang ikut proses tender dan ingin memenangkan proyek yang dilelang Kementerian PUPR.

Modus dan celah itulah yang mungkin dimanfaatkan anak buahnya agar perusahaan penyedia barang dan jasa dapat memenangkan lelang.

"Setiap yang ikut lelang, pasti pengen menang dan dia melakukan segala cara. Bukan menuduh ya, tapi logika," kata Basuki di kantornya, Jumat (28/12/2018) malam.

Ia menambahkan, setiap tahun ada sekitar 10.000-11.000 paket pekerjaan yang dilelang Kementerian PUPR.

Pada tahun ini, jumlah pekerjaan yang dilelang mencapai 10.715 paket kegiatan baik itu konstruksi maupun konsultasi.

Paket kontraktual itu yang kemudian dilelang oleh 888 kelompok kerja (pokja) yang anggotanya mencapai 2.483 orang.

Pokja ini berada di bawah satuan kerja (satker) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) sebagai penanggung jawab kegiatan yang berada di kantor pusat dan kantor balai dengan jumlah sebanyak 1.165 satker dan 2.904 PPK di seluruh wilayah Indonesia.

Basuki mengaku, belum mengetahui secara pasti proyek apa yang tengah berperkara di KPK.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved