Pengendara Senang Kini Simpang Jatibening Tak Lagi Macet Parah Usai Jembatan Caman Diresmikan

kini pemandangan macet itu sudah tidak lagi terlihat, pasalnya pembangunan jembatan Caman rampung dan telah diresmikan.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Arus lalu lintas di persimpangan Jatibening lancar dan tidak terjadi kepadatan setelah rampung dan pengoperasian Jembatan Layang Caman. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pemandangan kemacetan kerapkali melanda kawasan Simpang Jatibening, Jatiasih, Kota Bekasi.

Sebab, simpang lima Jatibening itu kendaraan saling crossing baik yang ingin menuju ke arah Jalan Ratna, arah ke Jatiwarna Jatiasih, arah Cempaka Raya, dan Kalimalang.

Namun, kini pemandangan macet itu sudah tidak lagi terlihat, pasalnya pembangunan jembatan Caman rampung dan telah diresmikan.

Jembatan ini menambah satu jembatan yang sudah ada sebelumnya. Sehingga saat ini memiliki dua jembatan baik ke arah Jatiasih maupun ke arah Kalimalang.

"Ya sebelumnya macet parah mulu di simpang Ratna ini. Sekarang sudah tidak ada. Soalnya dulu kan satu jembatan untuk dua arah, kalau sekarang satu jembatan untuk satu arah. Jadi tidak terlalu terjadi penumpukan kendaraan," kata Syahrul (29) seorang pengendara, sat ditemui Wartakota, Jumat (28/12/2018).

Syahrul mengungkapkan dirinya yang merupakan warga Cikunir kerap kali melalui jalan tersebut. Hal itu dikarenakan menjadi jalur utama dirinya menuju ke tempat kerja di daerah Taman Mini Jakarta Timur.

Arus lalu lintas di persimpangan Jatibening lancar dan tidak terjadi kepadatan setelah rampung dan pengoperasian Jembatan Layang Caman.
Arus lalu lintas di persimpangan Jatibening lancar dan tidak terjadi kepadatan setelah rampung dan pengoperasian Jembatan Layang Caman. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Saya kan kerja di deket Taman Mini, suka lewat Jatiasih nembus Pondok Gede terus ke Taman Mini. Dulu pasti macet terus hampir tiap waktu, karena kan ini persimpangan kendaraan dari berbagai arah masuk tapi jembatan cuman satu dua lajur," ungkapnya.

Ia menjelaskan setelah jembatan Caman ini dioperasikan kemacetan itu terurai dan tidak separah sebelumnya.

"Sekarang sudah tidak terlalu macet, ya senang bangat ya berarti ada efeknya. Tapi ini kurang rambu-rambu lalu lintas, agar pengendara tidak saling serobot dan marak pak ogah," katanya.

Sama halnya dengan Syahrul, Indra Subekti (25) juga merasa senang tidak harus lagi berkeringat mecet-macetan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved