Catatan Akhir Tahun 2018

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis Akui Tidak Mudah Mengungkap Kasus Novel Baswedan

Kasus yang terjadi sepanjang tahun 2018 di wilayah hukum Polda Metro Jaya tak seluruhnya mudah untuk diungkap

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis  Akui Tidak Mudah Mengungkap Kasus Novel Baswedan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis (tengah) menggelar konferensi pers 'Akhir Tahun 2018', di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/12/2018). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --- Kasus yang terjadi sepanjang tahun 2018 di wilayah hukum Polda Metro Jaya tak seluruhnya mudah untuk diungkap.

Seperti kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tahun 2017 hingga saat ini belum tuntas diselidiki.

Hal itu diungkapkan oleh  Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis saat konferensi pers 'Akhir Tahjun 2018 di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/12/2018).

"Ya memang kami sadari tidak semua kasus itu mudah dan mempunyai spesifikasi pengungkapan yang berbeda-beda itu sudah kami alami," kata Idham Azis.

Keterlibatan Jenderal Polisi Jadi Batu Sandungan Kasus Novel Baswedan Temui Jalan Buntu

Tak hanya kasus Novel Baswedan yang belum menemui titik terang.

Idham Azis mengatakan, kasus pelemparan bom molotov di depan Kedutaan Besar Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 3 September 2017, juga belum ditemukan pelakunya lantaran terbentur sejumlah kendala.

"Saya ingin menyampaikam kepada teman-teman. Kasus bom molotov di Kedubes Myanmar, sampai hari ini juga kita bekerja terus," katanya.

"Saya bentuk tim, tapi sama sekali belum ada gambaran karena kebetulan CCTV-nya buram," ucapnya lagi.

Kasus Novel Baswedan Diduga Jadi Bahan Kampanye Jatuhkan Jokowi

Namun demikian, beberapa kasus bisa diungkap dengan cepat, bahkan dalam hitungan jam, polisi sudah mengetahui pelaku tindak kriminal kasus tertentu.

Seperti pada kasus penembakan anggota TNI, Letkol Cpm Dono Kusprianto di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (24/12/2018).

"Tapi malam Natal kemarin di Jatinegara, terjadi penenbakan anggota TNI, itu hanya sejam saja (diungkap). Saya ada di TKP sama Pangdam, kebetulan motornya pelaku ditinggal.," katanya.

"Begitu kita cek sama Dirlantas, keluar datanya. Kebetulan pemiliknya ya memang datanya sesuai itu. Jadi kita datang bertamu ke rumahnya, selesai sudah masalahnya, hanya sejam," tuturnya.

Begitu pula kasus pembunuh keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Selasa (13/11/2018).

Komnas HAM Ungkap Misteri Jenderal Polisi di Balik Penyerangan Teror pada Novel Baswedan

Dalam satu hari setelah tragedi pembunuhan satu keluarga itu, polisi langsung mengamankan tersangka Haris Simamora di Kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018).

Sementara itu, kasus Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal usai salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 003/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi Selasa 11 April 2017.

Di tengah perjalanan pulang, dua orang laki-laki yang berboncengan motor menyiramkan air keras ke arah wajah Novel. Penyiraman itu berakibat, mata kiri Novel Baswedan rusak.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved