Breaking News:

Hercules dan Anggota Kelompoknya Dipindahkan ke Kejari Jakbar

Penyerahan Hercules bersama anggota kelompoknya dilakukan setelah jaksa penuntut umum menilai berkas dinyatakan lengkap.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Junianto Hamonangan
tidak diborgol dengan digandeng seorang polisi dan seorang polisi bersenjata di belakangnya. 

Hercules dan 12 orang anggota kelompoknya dipindahkan dari Polres Metro Jakarta Barat ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kamis (27/12/2018).

Para tersangka kasus penguasaan lahan dipindahkan setelah berkasnya dinyatakan lengkap oleh jaksa.

Hercules yang berada di barisan depan saat dikeluarkan dari ruang tahanan ke ruang pemeriksaan, tidak diborgol dengan digandeng seorang polisi dan seorang polisi bersenjata di belakangnya.

Hercules keluar dengan setelan kemeja dan kopiah putih serta celana jeans biru.

Sementara, di belakangnya terdapat 12 anggota kelompoknya yang berjalan berpasangan dengan borgol di tangan dan dikawal polisi bersenjata.

tidak diborgol dengan digandeng seorang polisi dan seorang polisi bersenjata di belakangnya.
tidak diborgol dengan digandeng seorang polisi dan seorang polisi bersenjata di belakangnya. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Tidak lama kemudian mereka dikeluarkan dari ruang pemeriksaan untuk kemudian digiring ke mobil tahanan yang sudah terparkir di halaman polres.

Satu per satu masuk ke mobil tahanan dan meninggalkan lokasi dengan penjagaan polisi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu mengatakan, penyerahan Hercules bersama anggota kelompoknya dilakukan setelah jaksa penuntut umum menilai berkas dinyatakan lengkap.

“Berdasarkan hasil penelitian jaksa dimana sudah dinyatakan lengkap, maka hari ini terhadap Hercules dan kawan-kawan kami limpahkan ke kejaksaan yaitu yang biasa disebut dengan tahap dua,” katanya.

Edi mengatakan, selain para tersangka, pihaknya juga menyertakan barang bukti yang telah diserahkan. Sebelumnya aparat berwajib telah menyerahkan dua tahap pemberkasan yaitu pada 11 dan 20 Desember 2018.

“Utk barang bukti seperti yang sudah saya jelaskan sebelum2nya itu ada sajam, kunci yang diperusakan gembok,” kata Edi

“Setelah ini ditahapduakan, tanggung jawab terhadap tersangka dan barang bukti sudah beralih dari Polri ke kejaksaan,” kata Edi. 

Sekadar informasi Hercules dan kelompoknya menguasai lahan PT Nila Alam di Jalan Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta Barat sejak 8 Agustus hingga 6 November 2018. 

Kelompok tersebut menduduki lahan yang terdiri dari tujuh ruko dan satu kantor pemasaran. Mereka memasangkan plang penguasaan dan menempatkan puluhan anggota kelompok untuk menjaga lahan.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang perusakan terhadap barang atau orang serta Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Adapun ancaman hukuman pidana maksimal selama 7 tahun. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved