Banyak Dikecam Kontroversi Klaim Pemerintah Menyatakan Jalur Wisata Anyer Tanjung Lesung Normal

Kemenpar menyatakan, jalur wisata di kawasan Pantai Anyer hingga Tanjung Lesung, sekarang sudah berangsur normal. Pernyataan itu banyak dikecam.

Banyak Dikecam Kontroversi Klaim Pemerintah Menyatakan Jalur Wisata Anyer Tanjung Lesung Normal
Twitter admin Al Jazeera English @AJEnglish
Suasana kawasan bekas diterjang tsunami Pantai Anyer diklaim sudah normal akibatnya dibully sedunia. 

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia lewat akun twitternya @Kemenpar_RI pada Rabu (26/12/2018) petang menyebutkan kawasan wisata di pesisir pantai barat Banten telah normal.

Kawasan tersebut meliputi Pantai Anyer, Pantai Carita hingga Pantai Tanjung Lesung.

"Hallo #SobatWisata ada kabar gembira nih di akhir tahun ini. Jalur wisata di kawasan Pantai Anyer hingga Tanjung Lesung, sekarang sudah berangsur normal. #BangkitkanPariwisataTjLesung," tulis admin @Kemenpar_RI.

Namun, kabar baik yang disampaikan pada hari ke empat pasca tsunami Anyer pada Sabtu (22/12/2018) itu dipertanyakan masyarakat, tidak sedikit yang mengecamnya.

Pasalnya, bersamaan dengan kabar tersebut, beredar berita tentang erupsi Anak Gunung Krakatau yang kini ditingkatkan statusnya menjadi Siaga III pada Rabu (26/12/2018) malam.

Seperti yang disampaikan oleh Effendy lewat akun @ZAEffendy; pada Kamis (27/12/2018). Effendy menyebut kabar tersebut tidak pantas lantaran hingga Kamis (27/12/2018) Anak Gunung Krakatau berstatus Siaga III.

"You are out of your mind! What were you thinking...?? Gunung Anak Krakatau is on Alert Level THREE," tulisnya.

Karena itu, dirinya mengingatkan kepada masyarakat untuk melindungi diri dari abu vulkanik Anak Gunung Krakatau yang tertiup ke arah timur menuju kawasan sekitar, yakni Pelabuhan Merak, Cilegon Timur hingga Serang, Banten.

Perlindungan diri berupa penggunaan kacamata serta masker. Namun apabila abu vulkanik mengenai mata, cara membersihkan cukup dengan membasuh mata dengan air atau cairan pembersih secukupnya.

"Tweeps...yang berada di lokasi terdampak sebaran abu vulkanik. Tindakan pertama saat harus keluar rumah: Gunakan Masker & Kacamata.
Jangan sampai terhirup saat bernafas.
Apabila masuk kelopak mata, basuh dengan air bersih/cairan pembersih mata, jangan kucek mata. Waspada iritasi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved