Anggota TNI Ditembak
Anggota TNI Ditembak - Kekasih Letkol CPM Dono Kuspriyanto Ungkap Kenangan Terakhir
Yusnaningsih, calon istri Letkol CPM Dono Kuspriyanto itu sedih, mengingat kenangan terakhir percakapannya dengan sang kekasih.
KEPERGIAN Letkol CPM Dono Kuspriyanto, anggota TNI ditembak di Jatinegara, Jakarta, masih membawa duka bagi keluarga, terutama sang kekasih, Yusnaningsih.
Calon istri Letkol CPM Dono Kuspriyanto itu sedih, mengingat kenangan terakhir percakapannya dengan sang kekasih.
Kenangan itu diungkapkan sahabat Letkol CPM Dono Kuspriyanto, Budi Hendrajaya, lewat curahan hati Yusnaningsih sesaat almarhum dimakamkan di Taman Makam Bahagia (TMB) Dreded, Bogor, Jawa Barat dan (26/12/2018) lalu.
Mereka yang merupakan teman sesama alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Ciawi angkatan 81 berkumpul dengan teman-teman lainnya di halaman TMB Dreded.
Mereka saling bercerita, mengenang beberapa kisah, termasuk kenangan terakhir Yusnaningsih dengan Letkol CPM Dono Kuspriyanto.

Sang kekasih, diungkapkan Budi, tidak dapat berkata banyak lantaran masih terkejut dan sedih.
• Danpuspomad TNI AD Tangisi Letkol Dono Kuspriyanto yang Tewas Ditembak di Jatinegara
• VIDEO: Cerita Teman Letkol Dono Soal Kiriman Pesan Whatsapp Terakhir
• Kesaksian Sahabat Sebelum Letkol CPM Dono Kuspriyanto Tewas Diberondong Peluru
Namun, satu hal yang diingat Yusnaningsih adalah sehari sebelum Letkol CPM Dono Kuspriyanto tewas diberondong peluru, keduanya sempat bercakap lewat sambungan telepon.
Dono Kuspriyanto diberondong peluru di Jalan Jatinegara, tepatnya depan Rumah Sakit Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur pada Selasa (25/12/2018) jelang tengah malam.
Kekasih Tertidur Mendengar Telepon Letkol CPM Dono Kuspriyanto

Yusnaningsih yang berada di Surabaya, Jawa Timur, katanya baru saja memesankan dua setel seragam, yakni Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 dan PDU 4.
Pakaian yang diungkapkan Yusnaningsih selesai pada bulan Februari 2019.

"Senin malam almarhum nelpon mbak Yusnaningsih yang bilang baru dari Surabaya, mbak Yusnaningsih sempat ngejahit seragam PDU 1 sama PDU 4 di Surabaya. Katanya selesai sekitar Februari," ungkap Budi.
Telepon itu rupanya adalah telepon terakhir dari Letkol CPM Dono Kuspriyanto sebelum tewas.
Yusnaningsih pun, katanya, sangat menyesal.
Sebab, ketika percakapan terjadi, Yusnaningsih tertidur hingga Letkol CPM Dono Kuspriyanto berbicara seorang diri.
"Aq gak tau ternyata itu telpon nya Yg terakhir, aq sempat bilang ama dia udah ya nelpon nya aq ngantuk bsk aja Selasa kan hari besar ke rmh aq bawa lapis talas trs dia bilang gak bs lg bersih2 rmh karna si mbak Yg suka bersih2 baru melahirkan. aq sedih, sementara itu dl sebenernya kita ngobrol banyak," cerita Yusnaningsih lewat whatsapp kepada Budi.
"Karena lamanya Dono bel Yus, sampai tidak sadar Yus tertidur, sementara Dono bicara terus di telpon. Yus sangat menyesal tidak sampai tuntas menerima telepon Dono," tambah Budi.
Letkol Dono Kuspriyanto Rendah hati
Sosok Letkol CPM Dono Kuspriyanto di mata para temannya sesama alumni SMA Negeri 1 Ciawi angkatan 81 juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati.
Seperti disampaikan oleh dokter Setio Budi Prayitno.
Dirinya melihat sosok almarhum sangat sederhana.
Sepanjang menjabat sebagai perwira menengah di Corps Polisi Militer (CPM), baik di Kodam Bukit Barisan maupun di Jakarta, Letkol CPM Dono Kuspriyanto tidak pernah memiliki sopir.
"Almarhum Dono sangat sederhana, dia hampir tidak pernah membawa sopir pribadi saat tugas atau kemana pun," ungkap dokter Setio Budi Prayitno.
"Almarhum Dono sangat menghargai arti persahabatan. Saat menjabat Komandan CPM Bukit Barisan di Padang, Setio menyambut saya, kami makan dan sempat ke kantor dono. Dia perkenalkan saya ke beberapa anak buahnya yang semua militer," tambahnya.
Letkol Dono Kuspriyanto Belum Menikah sampai Ajal Menjempt
Sosok Letkol CPM Dono Kuspriyanto dikenal sebagai pribadi yang supel dan humoris.
Namun, hingga akhir hayatnya, penyidik Corps Polisi Militer (CPM) berpangkat perwira menengah itu diketahui belum menikah dan belum memiliki anak.
Kenyataan sedih itu disampaikan oleh sahabat sekaligus alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ciawi angkatan 81, Budi Hendrajaya.
Budi yang mengaku sebagai teman sebangku Letkol CPM Dono Kuspriyanto mulai dari kelas satu sampai lulus di SMA Negeri 1 Ciawi itu mengungkapkan sosok almarhum yang giat bekerja.
Walaupun, diakuinya, kegigihan Letkol CPM Dono Kuspriyanto serta pengabdiannya sebagai tentara menghalanginya menemui jodoh hingga menginjak usia 56 tahun.
• Unggah Ujaran Kebencian Untuk Korban Tsunami di Medsos, Pria Bandar Lampung Ini Minta Maaf
• Dibekuk di Bandara, Ini Sosok Johar Lin Eng Mafia Pengaturan Skor
• Rumahnya Diterjang Tsunami, Calon Pemain Timnas U-13 Kini Hidupnya Sebatang Kara di Lampung
"Makanya kita yang temen-temennya suka cengin (meledek) almarhum. 'Kamu boleh sukses di karier, punya jabatan tinggi, TNI lagi. Tapi soal anak-istri, kamu kurang sukses'," ungkap Budi menirukan celotehan beberapa rekan Letkol CPM Dono Kuspriyanto apabila berkelakar.
Walau seringkali diledek karena belum memiliki istri dan anak, Letkol CPM Dono Kuspriyanto katanya tidak pernah marah.
Almarhum pun hanya bisa tertawa lepas ketika berbalik menyerang para teman-temannya yang kerepotan mengurus istri dan anak.
"Jadi dia gantian, pas kita repot urus istri sama anak dia cuma ketawa," ungkap Budi.
Anggota TNI DItembak, Ini Motif Pelaku Serda TNI AU JR, Kata Kapendam Jaya
Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi menjelaskan motif Serda JR, anggota TNI AU, menembak Letkol Dono Kuspriyanto. Serda JR dalam keadaan mabuk ketika menembak pamen TNI AD tersebut.
SERSAN Dua JR, anggota TNI AU, yang menembak Letkol CPM Dono Kuspriyanto di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.
Letkol Dono Kuspriyanto ditembak oknum anggota TNI AU, Serda JR, Selasa (25/12/2018) sekitar pukul 23:30.
Serda JR ditahan di Pusat Polisi Militer TNI AU di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kepala Dinas Penerangan Kodam Jaya atau Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi menjelaskan motif penembakan Seda JR kepada Letkol TNI Dono Kuspriyanto.
Menurut Kristomei Sianturi, penembakan terhadap Letkol Dono Kuspriyanto adalah murni tindak kriminal.
"Terjadi serempetan antara kendaraan yang dinaiki korban dan terduga pelaku di Jalan Jatinegara Barat," ujar Kristomei Sianturi dalam keterangan pers, Rabu (26/12/2018) siang.
Menurut Kristomei Sianturi, Letkol Dono Kuspriyanto yang mengendarai mobil dinas diminta berhenti oleh Serda JR.
Tetapi, Letkol Dono Kuspriyanto tidak berhenti dan dikejar oleh pelaku.
"Lalu lintas cukup padat, kendaraan tidak bisa melaju dengan cepat, sehingga bisa dikejar oleh pelaku," ujar Kristomei Sianturi.
Karena mobil Letkol Dono Kuspriyanto tidak berhenti, pelaku kemudian mengeluarkan tembakan.

Tembakan dua kali tidak digubris oleh korban sehingga kendaraan korban masih melaju.
"Pelaku kemudian kembali lepas tembakan," ujar Kapendam.
Letkol Dono Kuspriyanto akhirnya menghentikan mobil setelah tekena tembakan di bagian pelipis dan punggung tembus ke depan.
"Pelaku saat melakukan tindakannya dalam keadaan mabuk atau terpengaruh oleh minuman keras," ujar Sianturi.
Letkol Dono Kuspriyanto Tewas di Belakang Sopir
ANGGOTA TNI ditembak di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) malam.
Dalam peristiwa tersebut satu orang anggota TNI ditembak di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, meninggal dunia.
Anggota TNI ditembak diketahui seorang perwira menengah TNI AD berpangkat Letnal Kolonel (Letkol).
Korban meninggal dengan posisi duduk di bangku kemudi mobil dinasnya.
Anggota TNI ditembak diketahui bernama lengkap Letkol CPM Dono Kuspriyanto
Letkol Dono Kuspriyanto terkahir bertugas di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI AD (Puspomad).
Mobil dinas yang dikendari Letkol Dono ditembak oleh orang terlatih dari bagian belakang dan samping.
Pelaku penembakan diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha NMax berwarna hitam.
Dari foto-foto yang beredar di media sosial, termasuk di akun resmi Infokomando, nomor polisi Yamaha NMax pelaku adalah B 4619 TSA.
Dalam kasus penembakan ini, Letkol Dono Kuspriyanto diduga ditembak saat berada di dalam mobil.
Pantauan Warta Kota di lokasi setelah petugas kepolisian terjun di lokasi, terdapat 8 butir peluru yang ditemukan di lokasi kejadian.
Informasi yang beredar, pelaku penembakan adalah oknum anggota TNI AU berinisial JR.
Penjelasan Kapendam Jaya Terkait Pelaku Penembakan Letkol Dono Kuspriyanto
Kepala Dinas Penerangan Kodam Jaya atau Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi saat dihubungi Wartakotalive.com membenarkan bahwa pelaku penembakan Letkol CPM Dono Kusoriyanto adalah JR.
Serda JR Anggota TNI AU Mabuk Saat Tembak Letkol Dono Kuspriyanto
"Ya benar. Nama pelaku seperti itu," ujar Kolonel Kristomei Sianturi ditanya apakah benar pelaku penembakan adalah oknum TNI AU berinisial JR.
Kristomei Sianturi mengatakan, Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya siang ini akan memberikan keterangan secara resmi terkait penembakan anggota TNI AD.
Kristomei Sianturi menambahkan, polisi dan polisi militer masih mendalami apa motif oknum TNI AU berinisial JR menembak Lelkol Dono.
Ketika ditanya apakah penembakan itu terkait masalah pribadi atau urusan kedinasan, Kolonel Sianturi mengatakan, "Tidak mungkinlah kalau terkait kedinasan."
Kolonel Kristomei Sianturi menambahkan, oknum TNI AU berinisial JR saat menembak Letkol Dono Kuspriyanto dalam keadaan mabuk.
"Ya, yang bersangkutan juga dalam keadaan mabuk saat menembak korban. Tetapi, informasi lebih jelas nanti siang ada jumpa pers," ujar Kristomei Sianturi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono belum mau menjelaskan secara rinsi peristiwa penembakan terhadap Letkol Dono Kuspriyanto.
"Siang ini akan ada jumpa pers bersama. Nanti dijelaskan secara lengkap di sana," ujar Argo Yuwono saat dihubungi Wartakotalive.com.
Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Novyan Samyoga saat dihubungi juga menjelaskan akan ada konferensi pers bersama.
"Tentang kasus penembakan di Jatinegara, akan dilaksanakan Press Con gabungan di media center Kodam Jaya jam 11.00. Bersama Kabid Humas PMJ dan Dispen AU," Kadispen TNI AU, Marsma Novyan Samyoga
Keterangan Saksi: Dengar Tembakan
Sementara itu, informasi yang didapat bahwa mobil yang dikendarai oleh Letkol CPM Dono Kuspriyanto, saat ini berada di jalur busway, saksi mata yang enggan menyebutkan namanya hanya mendengar letusan tembakan berkali-kali.
"Saya cuma denger suara tembakan berkali-kali cuma saya ngak tahu, cuma denger aja. Selebihnya saya nggak tahu," kata seorang pedagang di lokasi, Rabu (26/12/2018).
Di TKP, petugas menemukan sebuah motor Yamaha NMax yang diduga milik pelaku.

Kondisi motor tersebut juga terlihat sedikit rusak karena diduga terjatuh.
Kini mobil maupun motor tersebut dibawapetugas ke Polres Metro Jakarta Timur.
Hingga kini, polisi dan Polisi Militer TNI AD terlihat berada di lokasi kejadian.
Sementara itu, dilaporkan petugas telah menangkap pelaku penembakan Letkol Dono.
Berdasarkan informasi yang diterima pelaku berinisial Jon R.
Pelaku juga merupakan seorang oknum anggota TNI.
Belum ada keterangan lebih lanjut terkait informasi penangkapan pelaku dan motif penambakan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait peristiwa penembakan di Jatinegara tersebut.(dwi/bas)