VIDEO: Dianggap Wahana Hiburan, Simulasi Penyelamatan Beda Ketinggian Tim Damkar Laku Keras di Monas

"Ini kan bentuknya seperti fly fox ya, jadi anak-anak senang. Ada yang naik sampai 10 kali sampai disuruh berhenti sama orang tuanya," kata Ma'rup.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

Warta Kota, Gambir -- Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyediakan fasilitas dan sosialisasi terkait simulasi penyelamatan beda ketinggian di sejumlah titik.

Simulasi tersebut biasanya diadakan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) seluruh Jakarta.

Saat musim liburan tahun ini, program tersebut diselenggarakan setiap hari di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

Ma'rup selaku Komanda Regu dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara menjelaskan biasanya program tersebut diadakan di Monas setiap akhir pekan dan libur nasional oleh tim dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta dan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat.

"Tapi karena musim liburan Monas banyak pengunjungnya, jadi pihak Dinas dan Jakpus minta bantuan ke teman-teman wilayah lain agar bergantian. Jadi hari ini, dari Jakbar dan Jakut gantian yang bertugas," ucap Ma'rup di Monas, Rabu (26/12).

Ia mengatakan bahwa sebanyak 15 orang anggota harus melakukan sosialisasi kepada anak-anak sejak pukul 08.00 - 21.00 WIB.

Tim Damkar saat melayani anak-anak saat simulasi penyelamatan beda ketinggian yang dianggap oleh anak-anak sebagai wahana permainan sehingga mereka menaikinya berulang-ulang kali meski panjang tali hanya sekitar 50 meter saja.
Tim Damkar saat melayani anak-anak saat simulasi penyelamatan beda ketinggian yang dianggap oleh anak-anak sebagai wahana permainan sehingga mereka menaikinya berulang-ulang kali meski panjang tali hanya sekitar 50 meter saja. (Warta Kota/Rangga Baskoro)

"Jadi sistemnya enggak ada shift, kami istirahat 3 kali saat Zuhur, Ashar dan Maghrib," jelasnya.

Sosialisasi tersebut dianggap oleh anak-anak sebagai wahana permainan. Bahkan, banyak dari mereka yang menaikinya berulang-ulang kali meski panjang tali hanya sekitar 50 meter saja.

"Ini kan bentuknya seperti fly fox ya, jadi anak-anak senang. Ada yang naik sampai 10 kali sampai disuruh berhenti sama orang tuanya," kata Ma'rup.

Dalam sehari, ia memprediksi ada lebih dari 500 lebih anak-anak yang mengikuti sosialisasi tersebut. Meski mereka menganggap simulasi itu sebagai sebuah wahana, namun tim yang bertugas tetap menjelaskan kepada mereka bahwa program tersebut merupakan sebuah simulasi penyelamatan beda ketinggian.

"Kami tetap memberitahu anak-anak kalau ini merupakan sebuah simulasi penyelamatan. Biasanya digunakaan saat misalnya ada korban terjebak kebakaran di dalan gedung ya," ungkapnya.

Selain simulasi penyelamatan beda ketinggian, tim damkar juga memberikan sosialisasi pengenalan unit-unit pemadam kebakaran, seperti mobil tim damkar.

"Setelah kami memberitahukan ada apa saja di dalam mobil, mereka kami ajak berkeliling monas," kata Ma'rup. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved