Fasilitas Khusus Disabilitas Kurang Memadai, Pria Ini Memilih Kendarai Mobil Pribadi

Jay (29), penyandang disabilitas, mengaku lebih nyaman mengendarai mobil pribadi yang telah dimodifikasi untuk mobilitas.

Fasilitas Khusus Disabilitas Kurang Memadai, Pria Ini Memilih Kendarai Mobil Pribadi
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Jay (29), penyandang disabilitas, memilih mengendarai mobil pribadi ketimbang angkutan umum. Alasannya, fasilitas umum belum ramah untuk penyandang disabilitas. 

WARTA KOTA, GAMBIR --- Jay (29),  penyandang disabilitas, mengaku lebih nyaman mengendarai mobil pribadi yang telah dimodifikasi untuk mobilitas.

Sudah lebih dari lima tahun Jay mengedarai mobilnya sendiri karena fasilitas atau kendaraan umum yang ada belum memadai.

"Saya menggunakan mobil pribadi yang dimodif ini sudah dari 2013 karena fasilitas umum untuk difabel belum memadai," ujar Jay saat ditemui Warta Kota di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Wali Kota Jakarta Selatan Canangkan Gerakan Masjid Ramah Disabilitas

Warga Depok yang bekerja di Jakarta ini rela mengeluarkan kocek hingga Rp 800.000 untuk memodif mobilnya.

"Kita ada komunitas dan dari situ banyak infonya. Biaya modif sekitar Rp 800.000-an, itu tempatnya dekat rumah di Depok," ucapnya.

Menurut dia, sebagai penyandang tuna daksa perlu memodifikasi di bagian pedal rem dan gas.

"Kaki saya nggak bisa bergerak, jadi yang diubah pedal rem dan gasnya dipasangin tuas di samping setir," ucapnya.

Dukung Disabilitas, Tekiro dan Ryu Sumbang Alat Kerja Perkayuan

Saat ini, Jay masih memilih untuk mengendarai  mobil pribadinya.

Meskipun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berupaya memperbaiki fasilitas dan transportasi agar nyaman untuk para disabilitas.

"Kalau kendaraan pribadi lebih fleksibel, kapan saja bisa dipakai ke pelosok-pelosok. Kalau kendaraan umum masih bingung aja nanti menuju lokasi. Karena nggak semua fasilitasnya memadai," kata Jay.

Dia berharap, Pemprov bisa membuat fasilitas umum khsus penyandang disabilitas lebih nyaman lagi.

"Semoga halte lebih dinyamanin lagi, ramp-nya harus standar. Bidang miringnya lebih diperhatikan karena kita menggunakan kursi roda sendiri tanpa dibantu," ucap Jay. 

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved