Pembunuhan di Bekasi

Diterima Kejari, Selama 14 Hari Berkas Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Diteliti

Kejaksaan Negeri Bekasi menerima berkas kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Diterima Kejari, Selama 14 Hari Berkas Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Diteliti
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Lokasi tepatnya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Pembunuhan satu keluarga diperkirakan terjadi Selasa (13/11/2018) dini hari.Tampak suasana rumah satu keluarga ditemukan tewas. 

Pihak Kejaksaan Negeri Bekasi menerima berkas kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.

"Berkas sudah diterima dari Polda Metro Jaya, pada Rabu 19 Desember 2018 lalu," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Hermon Dekristo saat dikonfirmasi Wartakota, Rabu (26/12/2018).

Hermon menjelaskan saat ini berkas sedang diteliti oleh jaksa peneliti selama 14 hari kerja guna menilai kelengkapannya sebelum dilakukan sidang.

"Apakah P19 (perbaikan) atau P21 (dinyatakan lengkap) belum bisa berikan informasi. Saat ini sedang diteliti sama jaksa penelitinya nanti dikabari lagi," ujar Hermon.

Sebelumnya, satu keluarga tewas dan menjadi korban pembunuhan Bekasi tepatnya di Jalan Bonjong Nangka II RT 002/RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Selasa (13/11/2018).

Korban tewas bernama Daperum Nainggolan, (40) dan istrinya, Maya Ambarita (37), anak pertamanya Sarah Boru Nainggolan (9), dan anak keduanya Arya Nainggolan (7).

Mereka dibunuh dengan menggunakan linggis. Daperum dan Maya mengalami luka senjata tajam pada bagian leher dan muka. Sedangkan anaknya Sarah dan Arya tewas karena disekap dengan bantal.

Setelah diselidiki, pelaku pembunuhan yaitu Haris Simamora yang ternyata sepupu Maya istri dari Daperum.

Polisi berhasil menangkap Haris Simamora (37) di Gubuk di Kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat saat hendak mendaki gunung.

Menurut pengakuan Haris, dia sakit hati karena kerap dimarahi dan selalu dihina apabila datang ke rumah korban.

Polisi juga telah melakukan rekontruksi, dengan total 62 adegan di enam lokasi. Yaitu rumah sekaligus toko kelontong tempat korban Daperum tinggal, kontrakan Haris, Kalimalang lokasi pembuangan linggis, klinik tempat Haris obati lukanya, kosan tempat Haris menitipkan mobil yang milik korban yang dibawa kabur, dan di Gunung Guntur Garut.

Polda Metro Jaya juga telah melimpahkan berkas kasus pembuhuna satu keluarga tersebut ke Kejaksaan Negeri Bekasi pada Rabu (19/12/2018), dan masih menunggu penilaian kejaksaan atas berkas itu sebelum dilakukan sidang perdana.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved