Anggota TNI Ditembak

BREAKING NEWS: Terungkap Pelaku Pakai Motor NMAX dan Sejumlah Proyektil Ditemukan di Jalur Busway

Petugas kepolisian terjun di lokasi untuk melakukan olah TKP, terdapat 8 butir peluru yang ditemukan di lokasi kejadian.

BREAKING NEWS: Terungkap Pelaku Pakai Motor NMAX dan Sejumlah Proyektil Ditemukan di Jalur Busway
Warta Kota
Lokasi ditemukan proyektil peluru pasca penembakan anggota TNI di jalan Jatinegara Barat. Rabu (26/12/2018). 
Anggota TNI ditembak itu bernama Letkol CPM Dono Kuspriyanto Selasa malam. Korban tewas di lokasi kejadian. Polisi menemukan Yamaha NMax yang diduga dikendarai pelaku.
Seorang anggota TNI ditembak orang tak dikenal di tengah keramaian di jalan raya Jakarta.
Anggota TNI ditembak itu bernama Letkol CPM Dono Kuspriyanto tewas ditembak oleh seorang tak dikenal di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di depan RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12) pukul 23.20 WIB.
Pantauan Warta Kota di lokasi setelah petugas kepolisian terjun di lokasi untuk melakukan olah TKP, terdapat 8 butir peluru yang ditemukan di lokasi kejadian.
Dari temuan tersebut, petugas kepolisian menandai temuan peluru tersebut.
Sebelumnya Jalan Jatinegara Barat yang sempat ditutup kini sudah dibuka untuk umum pasca olah TKP yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Informasi yang didapat bahwa mobil yang dikendarai oleh Letkol CPM Dono Kuspriyanto, saat in,i berada di jalur busway, saksi mata yang engan menyebutkan namanya hanya mendengar letusan tembakan berkali-kali.
"Saya cuma denger suara tembakan berkali-kali cuma saya ngak tahu, cuma denger aja. Selebihnya saya ngak tahu," kata seorang pedagang dilokasi, Rabu (26/12/2018).
Kondisi mobil yang dinaiki oleh anggota TNI tersebut terlihat rusak di bagian kaca belakang,diduga belaku ketika itu, menembak korban melalui kaca belakang mobil korban.
Selain itu, sebuah motor NMax juga ditemukan dilokasi yang diduga ditinggal oleh pelaku.
Kondisi motor tersebut juga nampak sedikit rusak, dan kini mobil maupun motor tersebut dievakuasi ke Polres Metro Jakarta Timur. Hingga kini belum diketahui apa motif dari peristiwa ini. 
Kronologi Anggota TNI Ditembak di Jalan Jatinegara Barat Jakarta
PENEMBAKAN anggota TNI terjadi di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) malam.
Anggota TNI ditembak terjadi di tengah keramaian di jalan raya.

Anggota TNI ditembak Korban penembakan meninggal dunia setelah diberondong timah panas dalam kejadian tersebut.
Korban meninggal dilaporkan adalah seorang perwira menengah TNI AD berpangkat letnan kolonel (Letkol).

Korban bernama Dono Kuspriyanto, perwira menengah TNI AD yang bertugas di Kesatuan Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad).



1. Anggota TNI ditembak bernama Letkol CPM Dono Kuspriyanto

Anggota TNI ditembak bernama Letkol CPM Dono Kuspriyanto.

Letkol CPM DOno Kuspriyanto tewas ditembak oleh seorang tak dikenal di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di depan RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12) pukul 23.20 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, Letkol Dono Kuspriyanto saat itu sedang mengendarai mobil dinasnya.

Saksi mengaku mendengar empat kali letusan senjata api.



2. Anggota TNI Ditembak dari Belakang

Diduga Letkol Dono Kuspriyanto yang bertugas di Puspom TNI AD (Puspomad) ditembak dari belakang dan samping mobil.

Kaca mobil yang dikendarai Letkol Dono pecah.

3. Jalan Jatinegara Barat Langsung Ditutup
Jalan Jatinegara ditutup oleh aparat kepolisian untuk penyelidikan polisi terhadap kasus penembakan terhadap seorang anggota TNI, Selasa (25/12) malam.
Jalan Jatinegara ditutup oleh aparat kepolisian untuk penyelidikan polisi terhadap kasus penembakan terhadap seorang anggota TNI, Selasa (25/12) malam. (Warta Kota/Joko Supriyanto)


Setelah anggota TNI ditembak, Jalan Jatinegara ditutup oleh aparat kepolisian untuk penyelidikan.

Pengendara lalu lintas disarankan melintas melalui jalan lain.

Hingga saat ini akses jalan Jatinegara Barat menuju Matraman dialihkan ke Jalan Jatinegara Timur.

Pihak kepolisian yang berada di lokasi pun langsung menutup akses jalan sejauh 500 meter dari lokasi kejadian, hingga kini kondisi Jalan Jatinegara seteril dari warga maupun pengendara yang melintas.

4. Polisi Temukan Sepeda Motor Yamaha NMAX

Polisi menemukan sebuah sepeda motor Yamaha NMax di lokasi kejadian.

Diduga motor tersebut merupakan kendaraan yang dipakai pelaku saat beraksi.

Motor itu diduga ditinggal pelaku yang melarikan diri.

Hingga berita ini ditulis, belum jelas apa motif penembakan itu.

Sementara itu, akses jalan Jatinegara Barat arah Matraman ditutup total pasca terjadinya dugaan penembakan anggota TNI saat berada di dalam mobil.

8 Fakta Pengeroyokan Anggota TNI Berpangkat Kapten di Cibubur Jakarta Timur
Polsek Ciracas dibakar sekelompok orang.

Polsek Ciracas dibakar ini diduga sebagai buntut pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir terjadi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/12/2018), sekitar pukul 15.30 WIB.

Anggota TNI TNI yang dikeroyok juru parkir tersebut adalah anggota TNI AL Kapten Komaruddin (47) dan anggota TNI AD Pratu Rivo Maulana (22).

Berikut 8 fakta tentang kasus pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir di Jakarta Timur yang berbuntut Polsek Ciracas dibakar.

1. Terjadi di Depan Minimarket Arundina, Cibubur.

Mengutip Kompas.com, kejadian pengeroyokan yang dialami anggota TNI AL Kapten Komaruddin baru saja memperbaiki motor bersama anaknya.

Saat hendak makan, motor yang dikendarai Kapten Komaruddin tiba-tiba mengeluarkan asap.

Akhirnya, Komaruddin memakirkan motornya di depan minimarket Arundina untuk memeriksa kondisi motornya yang berasap, walau baru saja diperbaiki.

2. Juru Parkir Ditegur Karena Menggeser Motor Komaruddin yang Masih Diperiksa

Saat Komaruddin tengah memeriksa mesin motornya, salah seorang juru parkir menggeser motor Komaruddin tanpa memberitahu terlebih dahulu.

Karena motor digeser saat Komaruddin masih memeriksanya, membuat kepala korban sampai terbentur.

"Kapten Komaruddin menegur juru parkir tersebut. Namun ia (juru parkir) tak terima hingga terjadi cekcok," ungkap Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony pada Selasa (11/12/2018), dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

3. Diduga 7 Orang Juru Parkir Mengeroyok Korban

Cekcok mulut terjadi antara anggota TNI AL dengan seorang juru parkir (jukir) di depan Arundina Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018) sekira pukul 15.40 WIB.
Cekcok mulut terjadi antara anggota TNI AL dengan seorang juru parkir (jukir) di depan Arundina Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018) sekira pukul 15.40 WIB. (Capture Instagram @info.tni)
Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony mengatakan, cekcok antara Kapten Komaruddin dan salah seorang juru parkir, menarik perhatian para rekan sang juru parkir.

Walau Kapten Komaruddin masih mengenakan pakaian dinas, para juru parkir di sekitar minimarket Arundia langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

"Ya namanya petugas parkir itu pasti ada temen-temennya, mungkin disitu niat mau melerai. Tapi justru disitu terjadi cekcok berkelanjutan. Nah yang lebih agresif ini justru tukang parkirnya," ungkap Tony, dikutip Grid.ID dari Wartakota.

Mengutip Kompas.com, total juru parkir yang mengeroyok korban berjumlah 7 orang.

Video di bawah ini menggambarkan kondisi terkini, Selasa, 12-12-2018 di Mapolsektro Ciracas, Jakarta Timur.

4. Sempat Akan Dilerai Oleh Anggota TNI Lain yang Melintas

Pengeroyokan yang dialami Kapten Komaruddin sempat akan dilerai oleh anggota TNI lain yang melintasi lokasi kejadian.

Anggota TNI yang hendak melerai pengeroyokan tersebut merupakan anggota TNI AD bernama Pratu Rivo Maulana (22).

Bermaksud melerai, Pratu Rivo malah ikut dikeroyok oleh para juru parkir.

5. Pratu Rivo Selamatkan Kapten Komaruddin dan Anaknya

Ikut dikeroyok oleh juru parkir yang diduga berjumlah 7 orang, Pratu Rivo memilih untuk mengamankan Kapten Komaruddin dan anaknya.

Pratu Rivo langsung membawa Kapten Komaruddin dan anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur.

"Pratu Rivo mengamankan Kapten Komaruddin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur dengan dibonceng sepeda motor," ungkap Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony.

Saksi mata menceritakan peritiwa yang menyeramkan ketika Polsek Ciracas diserang dan dibakar massa.

6. Kedua Korban Mencari Pelaku Pengeroyokan di Pemukiman Warga

Mengutip Kompas, kedua korban mencoba untuk mencari pelaku pengeroyokan ke pemukiman warga yang berada di sekitar lapangan tembak.

Pada pencarian tersebut, kedua korban menemukan salah seorang pelaku bernama Agus Priyanta (32).

"Saat pencarian, mereka menemukan Agus, salah satu pelaku yang ikut mengeroyok dan langsung diamankan ke Polsek Ciracas," ungkap Tony.

7. Kasus Pengeroyokan Ditangani Polsek Ciracas

Mengutip Tribun Jakarta, kasus pengeroyokan antara anggota TNI dan juru parkir Ciracas berhasil diselesaikan secara damai.

"Kasus ini sudah ditangani Polsek Ciracas dan kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," ungkap Tony, dikutip Grid.ID dari Tribun Jakarta.

Kedua belah pihak sepakat mengambil jalur damai setelah dimediasi oleh Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar pada Selasa (11/12/2018) pada pukul 02.00 WIB.

"Meski ada unsur pidana, yaitu pengeroyokan, tapi ketika korban mau damai dan menyelesaikan secara kekeluargaan, pihak kepolisian akan memfasilitasinya," tambah Tony.

8. Lokasi Kejadian Langsung Dijaga Anggota TNI

Walau akhirnya berakhir damai, lokasi kejadian sempat dijaga sejumlah anggota TNI setelah terjadi kasus pengeroyokan terhadap 2 orang anggota TNI, Kapten Komaruddin dan Pratu Rivo.

Mengutip Tribun Jakarta yang telah memantau lokasi kejadian pada Selasa (11/12/2018), ada sekitar 15 sampai 20 orang tentara berpakaian dinas dan preman yang berjaga di sekitar minimarket Arundina.

"Sudah dari kemarin ramainya, sore kejadian, malem sudah jaga disini sampai sekarang," ujar Andika (20), salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Andika menambahkan, sejak dijaga anggota TNI, juru parkir yang biasanya berada di lokasi tak tampak lagi.

"Kalau tukang parkir yang ngeroyok sih sudah kabur, enggak tahu kemana," tambah Andika.

Kronologi Polsek Ciracas Dibakar dan Dirusak Massa Bertubuh Tegap

POLSEK Ciracas dibakar dan dirusak sekelompok orang bertubuh tegap

Sekelompok massa merusak dan membakar Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (11/12/2018) malam.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengatakan, pengrusakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari.

"Ada sekelompok massa yang kita belum tahu berasal dari mana," kata Idham seperti dikutip dalam wawancara yang ditayangkan di KompasTV, Rabu (12/12/2018).

 Idham melanjutkan, aksi massa tersebut diduga akibat tidak puas dengan penanganan kasus di Polsek Ciracas yang terjadi sehari sebelumnya.

"Massa sekitar 200 orang meringsek masuk untuk mengecek apakah benar yang memukul rekan mereka itu sudah ditahan," jelas Idham.

Massa juga membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di Mapolsek Ciracas.

Akibat kebakaran tersebut, empat mobil pemadam diturunkan.

Kronologi Polsek Ciracas Dibakar dan Dirusak Massa
1. Anggota TNI Dikeroyok di Pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur

Senin (10/12/2018), anggota TNI AL dan TNI AD dikeroyok sekelompok juru parkir di pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur.

Informasi yang berkembang, para jukir itu kemudian diamankan di Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

2. 150 Orang Datangi Polsek Ciracas

Selasa (11/12/2018) Pukul 21.00 - 21.30 WIB, sekitar 150 orang dengan menggunakan sepeda motor mendatangi Polsek Ciracas.

Massa menghadap Kapolsek untuk menangkap para pelaku pengroyokan rekan mereka (TNI).

Setelah itu massa meninggalkan Mapolsek menuju pertokoan Arundina secara konvoi dengan kendaraan roda dua.

Di kompleks pertokoan ini sebelumnya dua anggota TNI dikeroyok oleh para petugas parkir.

3. Personel Gabungan TNI Kembali Datangi Polsek Ciracas

Selasa pukul 22.10 WIB, Personel Gabungan TNI kembali mendatangi Mapolsek Ciracas dan berkumpul di depan Mapolsek untuk melaksanakan konsolidasi.

Kemudian salah satu personel intel TNI-AD mengaku sebagai Kapten J yang turut mendampingi Kapolsek Ciracas Kompol Agus W sempat turun tangan untuk menenangkan situasi yang semakin memanas.

4. Kapolres Jakarta Timur Turun Tangan

Pukul 22.25 WIB Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Toni Surya Saputra tiba di Polsek Ciracas.

Pukul 22.30 WIB, terjadi pertemuan didalam ruangan Kapolsek yang diwakili oleh Kapten J yang meminta polisi dapat menangkap pelaku maximal 2 hari.

 
 
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved