Jalan yang Terkena Tsunami Banten Sudah Bisa Digunakan Kembali

Jalan yang terputus sejak terjadi tsunami bisa kita buka kembali aksesnya, dengan menurunkan berbagai alat-alat berat.

Jalan yang Terkena Tsunami Banten Sudah Bisa Digunakan Kembali
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ruas jalan yang dilanda tsunami sudah bisa dilalui. 
Jalan-jalan yang terkena dampak bencana tsunami dan gelombang pasang di Anyer, Carita, Labuan dan Tanjung Lesung saat ini sudah bisa digunakan kembali.
Sehingga, masyatakat bisa melintas dengan aman di ruas-ruas jalan tersebut.
Selain itu, dapat memperlancar proses penyaluran bantuan dan evaluasi korban ke posko kesehatan atau RS terdekat.
Gubernur Banten, Wahidin Halim terus memerintahkan dan memimpin langsung seluruh  jajarannya di setiap Dinas guna membantu berbagai hal yang dibutuhkan di seluruh area yang terkena dampak tsunami Banten. 
"Jalan yang terputus sejak terjadi tsunami bisa kita buka kembali aksesnya, dengan menurunkan berbagai alat-alat berat, dan  sekaligus kita memerbaiki agar segera bisa dilalui masyarakat," ujar Gubernur, Senin (24/12/2018).
Hal ini dinyatakan juga oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Hadi Soeryadi saat ditemui di lokasi.
Ia juga memastikan, jalan jalan yg ada sejak kemarin sudah dapat dilalui berbagai kendaraan.   
Menurutnya, Dinas PUPR diperintahkan Gubernur langsung dan sejak malam segera mengirimkan alat-alat berat. Berupa excavator dan loader untuk membuka akses jalan di lokasi bencana. 
Akses jalan langsung dibuka sehingga jalur lalu lintas relawan yang melakukan evakuasi, jalur bantuan, distribusi obat obatan dan lain lainnya dipastikan tidak mendapat kendala.
Sampai dengan hari ini, pihaknya bergerak terus hingga ke arah lokasi bencana di Taman Nasional Ujung Kulon. 
“Mudah-mudahan, semua akses jalan terkena dampak bencana bisa dibuka dan  dipergunakan lagi. Sehingga, tim pencairan akan mudah aksesnya,” ucapnya.
Seperti diketahui, akibat bencana tsunami dan gelombang pasang di pesisir Barat Provinsi Banten, akses jalan di sepanjang kawasan wisata Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur dan Ujung Kulon tidak bisa dilalui kendaraan.
Jalan cincin luar Pulau Jawa ini memerulukan pembukaan akses dan perbaikan sementara. 
Pemprov Banten, menanggapi cepat bencana tsunami yang melanda wilayahnya, selain langsung membuka posko kesehatan dan bantuan lainnya hingga secara cepat membuka  jalan-jalan tersebut saat ini sudah bisa dipergunakan secara normal kembali.
Bantuan dari Pemprov Banten sudah disalurkan sesaat bencana terjadi.  
Bantuan tersebut berupa paket sandang, pakaian anak, paket makanan, dan lain-lain.
Selain itu, ke lokasi bencana didrop peralatan seperti perahu karet, tenda pengungsi, tambang, genset, kantong mayat, masker dan lain-lain.  
Pemprov Banten setelah kejadian berlangsung sudah membuat posko penanggulangan bencana di sejumlah lokasi yang terdampak.
Seperti Carita, Labuan, Panimbang, Anyer yang dikoordinasikan dari Posko Bencana berikut Posko Kesehatan yg telah didrop obat-obatan berikut para dokter dan tenaga medis hingga relawan kesehatan.
Posko Bencana berpusat di Kantor BPBD Provinsi Banten.   
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Banten sampai dengan pukul 12.00 WIB tanggal 24 Desember 2018 mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 276 orang. 
Sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 783 orang dan 68 orang hilang, sebanyak 4.764 orang berada di pengungsian. 
Sementara itu, sebanyak 192 orang dalam proses evakuasi di sekitar wilayah Tanjung Lesung. 
 
 
 
Sedangkan kerugian material mencapai 443 unit rumah, 10 unit kendaraan roda 4, 38 unit roda dua, 9 unit hotel rusak berat. Dan, di sekitar wilayah Tanjung Lesung sebanyak 60 unit warung rusak berat. 
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved