Atraksi Kuda Lumping Pukau Pengunjung TMII di Libur Natal

Salah satu diantaranya aktraksi kuda lumping yang digelar di tugu api TMII.

Atraksi Kuda Lumping Pukau Pengunjung TMII di Libur Natal
Warta Kota
atraksi kuda lumping dipertunjukan untuk menghimbur pengunjung TMII di libur Natal. Selasa (25/12/2018) 

Berbagai antraksi diperagakan di lokasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) disela libur Natal 2018. Salah satu diantaranya aktraksi kuda lumping yang digelar di tugu api TMII.

Para pengujung pun nampak memadati area tersebut untuk menyaksikan pertunjukan asal Jawa Timur itu, terlebih atraksi yang dipertunjukan cukup membuat orang berdebar-debar, pasalnya ada atraksi makan beling yang dipertujukan.

Tak sampai disitu, terlibatnya beberapa anak-anak yang ikut dalam atraksi membuat orang-orang penasaran mulai di ikat-ikat hingga permainan akrobatik. Salah satu pengujung yang hadir pun merasa aktraksi seperti ini perlu dilestarikan.

"Bagus atraksinya, ya seperti ini yang seharusnya di lestarikan, dulu jaman saya sekolah itu banyak banget atraksi begini di jalan, tapi sekarang udah kalah sama media sosial, makannya seneng aja liat yang begini itu seru," kata Rohmat (40), Selasa (25/12/2018).

Sementara itu, Amron (69) Ketua Kuda Lumping Turonggo Joyo, Jawa Timur mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, dirinya diikut sertakan mengisi acara dalam libur natal dan tahun baru di TMII.

"Ini bagian dari rangkaian acara TMII. Macam-macam yang kita tampilkan mulai, tarian, akrobatik, makan api, makan beli, dan beberap aktraksi lainnya," kata Amron.

Menurut Amron saat ini, atraksi kuda lumping memang cukup meredup akibat perkembangan jaman, namun setidaknya dengan penampilan-penampilang yang di pertunjukan dalam sebuah acara, setidaknya dapat memperlihatkan bahwa atraksi seperti ini perlu di lestarikan.

"Ya kalo di lihat saat ini memang sudah meredup, tapi setidaknya kami masih bertahan, karena masih ada setiap acara-acara budaya atau apapun menampilkan atraksi kuda lumping, kedepan mungkin harapannya atraksi seperti ini harus di lestarikan, karena ini bagian dari budaya," ujarnya. (JOS).

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved