Fotografer Norwegia Ungkap yang Dialami Anak Krakatau Saat Tsunami Selat Sunda Terjadi

Fotografer Norwegia Ungkap yang Dialami Anak Krakatau Saat Tsunami Selat Sunda Terjadi.

Fotografer Norwegia Ungkap yang Dialami Anak Krakatau Saat Tsunami Selat Sunda Terjadi
KOMPAS.com/DEAN PAHREVI
Tampak sejumlah warung dan rumah di pinggir pantai, Jalan Raya Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten rusak pasca diterjang tsunami, Minggu (23/12/2018). 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjelaskan fenomena Tsunami Banten yang terjadi di Selat Sunda, pada Sabtu malam (22/12/2018) lalu, merupakan fenomena tak lazim dan multikompleks.

Saat konferensi di kantornya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebutkan, fenomena Tsunami Banten yang berdampak pada daerah Banten dan Lampung itu, merupakan fenomena yang dalam satu periode saling kait-mengkait.

"Bencana tsunami dipicu secara tidak langsung oleh erupsi Gunung Anak Krakatau," ujarnya di kantor BMKG, Angkasa Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018) seperti dikutip GridHot.ID dari Tribunnews.

Lebih jauh ia menerangkan, BMKG belum bisa memberikan peringatan dini terhadap tsunami yang diakibatkan gempa vulkanik seperti di Selat Sunda.

"Itu tidak dapat terpantau oleh sensor gempa tektonik yang ada BMKG, jadi BMKG memantau khusus gempa tektonik. Karena lebih 90 persen kejadian tsunami di Indonesia diakibatkan gempa tektonik," jelas mantan Rektor UGM itu.

Sementara itu, dikutip dari Intisari, Oystein Lund Andersen, fotografer gunung api dari Norwegia yang berada di Pantai Anyer Jawa Barat mengaku saksikan peristiwa Tsunami.

"Saya berada di pantai. Saya sendirian, keluarga saya tidur di kamar," begitulah katanya dikutip dari BBC World pada Senin (24/12/2018).

"Saya mencoba memotret gunung berapi Anak Krakatau yang meletus," katanya.

"Sebelumnya di malam hari, ada aktivitas erupsi yang cukup berat. Tapi sesaat sebelum ombak menghantam pantai, tidak ada aktivitas sama sekali. Di luar sana hanya gelap," katanya lagi.

"Dan tiba-tiba saya melihat gelombang ini datang, dan saya harus berlari," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved